Sebanyak 17.934 wisatawan berlibur ke Gunung Kidul pada akhir pekan

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 17.934 wisatawan berlibur ke Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (23/10) dan Minggu (24/10) yang berkunjung di objek wisata di wilayah ini.

"Pada Sabtu ada 5.608 wisatawan dan Minggu ada 12.326 wisatawan. Dari total tersebut, hampir 80 persen wisatawan menuju kawasan pantai," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Senin.

Ia mengatakan pada uji coba pembukaan objek wisata ini, Pemkab Gunung Kidul membuka ada 27 destinasi wisata. Adapun objek wisata yang telah dibuka secara terbatas, meliputi kawasan pantai, wisata alam pegunungan, wisata alam. Wisata pantai yang dibuka, yakni Kawasan Baron-Seruni, Kawasan Pantai Wediombo, Kawasan Pantai Siung, Kawasan Pantai Ngrenehan, Kawasan Pantai Ngedan, Kawasan Pantai Gesing, dan Kawasan Pantai Timang.

Kemudian wisata alam dan pegunungan, yakni Gunung Gentong, Gua Cerme, Gunung Gambar, Taman Batu Mulo, Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kawasan Gua Pindul, Luweng Sampang, Bejiharjo Edupark, Watugupit, Sri Gethuk Bleberan, Hutan Wanasadi, Green Village Gedangsari, Embung Sriten.

Selanjutnya, Kalisuci Cave Tubing, Telaga Jonge, Cempluk Kesamben, Taman Wisata Embung Bembem, Gunung Ireng, Dam Beton, dan Teras Kaca.

"Kami mengimbau kepada petugas di lapangan dan pelaku wisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan Jangan sampai uji coba pembukaan objek wisata ini menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19. Kami juga mengharapkan wisatawan tetap patuh pada protokol kesehatan demi keselamatan bersama," harapnya.

Baca juga: Puluhan ribu wisatawan kunjungi objek wisata di Gunung Kidul


Terkait, masih banyak wisatawan yang belum memahami aturan ganjil-genap ini, Harry mengatakan pihaknya akan memperbanyak sosialisasi melalui media sosial. "Kebijakan pemberlakuan ganjil genap baru diumumkan, kami masih memakluminya. Kami akan meningkatkan sosialisasi lagi," katanya.

Kasat Lantas Polres Gunung Kidul AKP Martinus Sakti mengatakan sebanyak 123 kendaraan wisatawan diminta putar balik arah pada saat kebijakan ganjil-genap menuju objek wisata pada Sabtu (23/10) dan Minggu (24/10).

Ia mengatakan berdasarkan keputusan rapat dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata, bahwa pada Sabtu dan Minggu diberlakukan ganjil-genap di objek wisata untuk menekan kepadatan dan kerumunan jumlah pengunjung di objek wisata.

"Selama dua dari penerapan ganjil-genap, kami sedikitnya meminta 123 kendaraan yang diputar balik arah. Kendaraan tersebut, baik bus wisata dan kendaraan roda empat atau mobil pribadi," kata Martinus.


Baca juga: Gunung Kidul batasi jumlah kunjungan wisatawan hingga 50 persen

Ia mengatakan pada Sabtu (23/10), sedikitnya ada terdapat 51 bus wisata dan 23 mobil pribadi yang terjaring pemeriksaan saat akan menuju objek wisata. Hari itu, sebanyak 20 unit bus dan tujuh unit mobil pribadi diputar balik arah oleh petugas.

Kemudian, Minggu (24/10), jumlah kendaraan yang terjaring pemeriksaan meningkat jadi 163 bus wisata dan 87 mobil pribadi. Sebanyak 73 bus dan 23 mobil pribadi diputar balik arah.

"Masih banyak pengendara dan wisatawan yang belum memahami aturan ganjil-genap ini. Hal ini dikarenakan penerapannya baru pertama kali dilakukan, tapi tetap berupaya masuk dan akhirnya diputar balik petugas," katanya.


Baca juga: Libur Imlek, 21.984 wisatawan berkunjung ke Gunung Kidul

Baca juga: Wisatawan manfaatkan joki masuk objek wisata Gunung Kidul

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel