Sebanyak 20 personel Brimob dan tim medis kawal kontingen Sulsel

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 20 personel Brimob bersama tim medis akan mengawal Kontingen Sulawesi Selatan saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, pada 2-15 Oktober 2021.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Selatan Andi Arwin Azis mengatakan para atlet Sulsel mendapat pengawalan ketat dari Brimob Polda Sulsel yang dipimpin langsung Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso.

Sedikitnya 20 personel Brimob juga akan diberangkatkan secara bertahap untuk memastikan kemananan dan keselamatan para atlet selama berada di Papua.

"Pasukan pengamanan dikirim bertahap, disesuaikan dengan cabang olahraga dan klaster pertandingan," kata Arwin di Makassar, Sabtu.

"Masing-masing klaster dijaga empat sampai lima personel Brimob Polda Sulsel dengan persenjataan lengkap untuk mengawal dan menjamin keselamatan atlet kita," tambahnya.

Baca juga: Brimob Polda Sulsel kirim personel bantu pengamanan PON Papua

Selain personel Brimob itu, pihaknya juga menyiagakan tim medis di masing-masing klaster.

Tim medis itu ditugaskan untuk selalu memantau kesehatan atlet Sulsel, sehingga mereka dipastikan tetap dalam kondisi yang fit, baik sebelum maupun setelah bertanding.

Menurut Arwin, ada dua ancaman kesehatan yang saat ini mengintai para atlet, yakni COVID-19 dan juga penyakit malaria.

"Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap dua penyakit ini. Kami mewanti-wanti atlet untuk menjaga protokol kesehatan, termasuk membatasi interaksi dengan orang luar dan membatasi mobilitas mereka selama di Papua," ujar Arwin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kontingen Sulsel akan diberangkatkan secara bertahap, diawali dengan tim futsal ke Mimika pada 21 September, kemudian disusul tim kriket pada 22 September.

Baca juga: Kontingen Sulsel berangkat bergelombang menuju Papua

Selanjutnya pada Jumat, 24 September, Sulsel kembali mengirim beberapa tim cabang olahraga ke Papua, di antaranya dayung, panjat tebing, sepak bola, sepak takraw dan muaythai. Lalu pada 26 September akan berangkat lagi cabang olahraga panahan.

"Beberapa cabang olahraga lainnya akan menyusul pada pekan berikutnya. Kita mengirim secara bertahap. Ini disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing," tutur Arwin.

Ia menambahkan tim cabang olahraga yang akan diberangkatkan paling akhir, di antaranya kempo, karate dan bola basket.

Tim kempo Sulsel akan berangkat pada 6 Oktober, disusul tim karate pada 8 Oktober. Sedangkan tim bola basket Sulsel berangkat pada 9 Oktober 2021.

Baca juga: Sulawesi Selatan targetkan emas dari 17 cabang olahraga di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel