Sebanyak 256.540 kendaraan tercatat tinggalkan Surabaya

Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) mencatat secara kumulatif sejak diberlakukan arus mudik 2022, sebanyak 256.540 kendaraan telah meninggalkan Kota Surabaya melalui Gerbang Tol (GT) Warugunung dan GT Kejapanan Utama.

Marketing and Communication Department Head Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Tody Satria dalam siaran persnya di Surabaya, Kamis mengatakan, jumlah itu naik 18,3 persen dari lalu lintas normal sebanyak 216.850 kendaraan.

Secara detail, kendaraan yang meninggalkan Kota Surabaya melalui GT Warugunung untuk hari ini tercatat sebesar 104.551 kendaraan atau naik 18,3 persen dari lalu lintas normal sebesar 88.936 kendaraan.

Sedangkan kendaraan yang masuk Kota Surabaya melalui GT yang sama tercatat sebesar 115.288 kendaraan atau naik 9 persen dari lalu lintas normal sebesar 105.723 kendaraan.

Tody mengatakan, untuk untuk kendaraan yang meninggalkan Surabaya melalui GT Kejapanan Utama tercatat sebesar 151.989 kendaraan atau naik 18,3 persen dari lalu lintas normal sebesar 128.454 kendaraan.

Sedangkan kendaraan yang menuju Surabaya melalui GT yang sama tercatat sebesar 148.558 kendaraan atau naik 9,7 persen dari lalu lintas normal sebesar 135.418 kendaraan.

JTTRD mengimbau kepada pengguna jalan tol Transjawa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.

Sebelumnya, JTTRD memprediksi puncak arus mudik melalui tol dari Jawa Timur terjadi pada 29 April 2022 atau H-3 Lebaran, sedangkan arus balik diprediksi sebanyak 282.500 kendaraan akan kembali ke Surabaya, dengan puncak arus balik pada 8 Mei 2022 atau H+5 Lebaran.

Baca juga: Sebanyak 73.804 kendaraan masuk Kota Surabaya pada H-7 Lebaran
Baca juga: Jasa Marga: 71.765 kendaraan tinggalkan Surabaya hingga H+3 Labaran
Baca juga: Kapolri pastikan bus angkutan mudik di Terminal Purabaya laik jalan
Baca juga: Jasa Marga: Kendaraan masuk Surabaya turun 60 persen saat Lebaran 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel