Sebanyak 45 pemimpin muda ASEAN ikuti ASEAN Youth Fellowship

Sebanyak 45 pemimpin muda dari ASEAN mengikuti program ASEAN Youth Fellowship (AYF) keempat yang diselenggarakan bersama dengan Singapore International Foundation (SIF) dan National Youth Council (NYC) Singapura.

"AYF 2022 berusaha untuk memulai percakapan dan mengeksplorasi solusi seputar beberapa masalah mendesak yang kita hadapi saat ini, mulai dari kesehatan mental dan ketahanan sosial hingga ketahanan pangan, pengelolaan limbah, serta keragaman dan inklusi," kata Jean Tan, Direktur Eksekutif SIF dalam siaran pers pada Senin.

Sebagai pemimpin yang luar biasa di bidang pekerjaan masing-masing di sektor publik, swasta, dan masyarakat, kata Jean, Fellows ditempatkan dengan baik dan memiliki sumber daya untuk menyelidiki tantangan ini dan bekerja sama untuk membuat perbedaan.

Baca juga: Nutrifood buka program penelitian NRC Fellowship 2022 untuk mahasiswa

Tan menambahkan, SIF dengan fokusnya pada kerja sama internasional untuk pembangunan, siap bekerja dengan alumni.

Program diadakan pada 29 Oktober hingga 4 November di Singapura dan Jakarta.

Para Fellows, sebutan bagi para peserta AYF, berpartisipasi dalam serangkaian seminar, dialog, dan fireside chats yang mengeksplorasi tren dan inovasi di bidang ketahanan sosial, teknologi untuk kebaikan, kesehatan mental dan kesejahteraan, serta peran yang dapat dimainkan oleh para pemuda ASEAN dalam mengatasi tantangan bersama untuk membawa dampak positif jangka panjang demi masa depan.

Fellows juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan para pemimpin terkemuka dari berbagai sektor, termasuk pemegang jabatan publik senior, salah satunya Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.

Para Fellows memperoleh pengalaman pembelajaran langsung di kedua negara yang dirancang untuk memberdayakan mereka dengan wawasan tentang inovasi sosial, ketahanan pangan dan manajemen krisis pangan, dan kelestarian lingkungan.

Saat sesi di Singapura, Fellows mengunjungi "Enabling Village", ruang komunitas terintegrasi untuk mendukung penyandang disabilitas, di wilayah Geylang, dipimpin oleh Citizen Adventures, sebuah wirausaha sosial yang berusaha untuk mengingatkan kembali dan memperkenalkan lingkungan sebagai ekosistem sosial yang berusaha untuk mengingatkan kembali dan memperkenalkan lingkungan sebagai ekosistem sosial yang saling berhubungan.

Selain itu, ada juga Innovate 360, yakni akselerator makanan pertama Singapura yang mendukung lebih dari 80 perusahaan rintisan makanan untuk tumbuh dan berkembang ke Asia.

Sementara sesi di Jakarta yang berlangsung pada 2 – 4 November, mereka mendatangi fasilitas daur ulang dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola oleh Waste4Change, penyedia layanan solusi pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dari Indonesia.

Fellows juga mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta untuk mengikuti sesi panel dan bertemu dengan Director of Political dan Security Directorate, the ASEAN Secretariat, Dr. Tang Siew-Mun.

Kegiatan itu mendiskusikan isu-isu mendesak yang dihadapi ASEAN dan bagaimana kaum muda dapat bekerja sama untuk meningkatkan kerja sama regional.

AYF mana pun untuk membangun ASEAN yang lebih berkelanjutan melalui proyek komunitas dalam pendidikan, perawatan kesehatan, kewirausahaan sosial, dan seni.

Sementara itu, David Chua, CEO National Youth Council (NYC) Singapura, mengatakan ketika dunia terus muncul dari pandemi COVID-19, banyak tantangan masih ada di depan.

"Dengan demikian lebih penting dari sebelumnya bagi ASEAN untuk berdiri dalam persatuan dan kepedulian terhadap masa depan kita, sementara tidak ada yang tertinggal, dan bagi kaum muda untuk melangkah maju dan menunjukkan bahwa mereka adalah generasi pemimpin berikutnya."

Seorang Fellow asal Indonesia, Agita Pasaribu memaparkan program AYF telah menjadi pengalaman yang membuka mata.

"Saya terinspirasi oleh energi dan semangat rekan-rekan saya untuk membuat perubahan berkelanjutan pada masa depan di ASEAN."

Baca juga: Nadiem: Perlu ada kombinasi birokrat dan swasta dalam pemerintahan

Baca juga: Kanmo-Paramadina gelar KFL Fellowship 2022

Baca juga: PWI upayakan program beasiswa jurnalisme ASEAN