Sebanyak 5.534 narapidana di Aceh dapat remisi Idul Fitri

·Bacaan 1 menit

Sebanyak 5.534 narapidana atau warga binaan di Provinsi Aceh mendapat remisi atau pengurangan hukuman Idul Fitri 1443 Hijriah, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Aceh Meurah Budiman di Banda Aceh, Senin.

"Untuk Lebaran tahun ini, ada 5.534 warga binaan yang menerima remisi. Mereka tersebar di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) negara atau rutan di Provinsi Aceh," kata Meurah.

Dari 5.534 narapidana tersebut, 845 orang di antaranya menerima pengurangan hukuman 15 hari, 3.329 orang mendapat remisi satu bulan, 1.054 orang menerima remisi 1,5 bulan, 299 orang menerima remisi dua bulan, dan tujuh narapidana bebas setelah mendapat remisi Lebaran.

"Dari 5.534 warga binaan yang menerima remisi tersebut, sebanyak 3.171 narapidana narkoba, 10 orang narapidana tindak pidana korupsi, dan tiga orang narapidana perdagangan manusia; selebihnya pidana umum," tambahnya.

Baca juga: 84 warga binaan LP Perempuan Bengkulu terima remisi Idul Fitri

Dia menyebutkan warga binaan yang menerima remisi terbanyak ada di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, yakni sebanyak 452 orang. Selanjutnya, tambahnya, ialah Lapas Kelas IIA Banda Aceh sebanyak 426 orang dan Lapas Kelas IIB Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sebanyak 368 narapidana.

Sementara itu, tujuh narapidana yang bebas setelah mendapat remisi dari Lapas Kelas IIB Meulaboh, Lapas Kelas IIB Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Lapas Kelas IIB Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues.

"Serta dua warga binaan Lapas Narkotika Kelas III Langsa dan Rutan Kelas IIB Takengon di Kabupaten Aceh Tengah menerima Remisi Khusus II pada lebaran nanti," ujarnya.

Baca juga: 497 narapidana Lapas Jember dapat remisi Lebaran 2022
Baca juga: 14.395 WBP Jatim diusulkan terima remisi Idul Fitri 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel