Sebanyak 56 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sudah Disuntikkan ke Masyarakat

·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Tanah Air. Perintah Presiden sehubungan dengan makin bertambahnya vaksin baru yang tiba, dan agar segera menghabiskan stok dosis kedua.

Dari 70 juta stok vaksin, dikatakan 56 juta dosis sudah disuntikkan ke masyarakat, dengan 40 juta dosis untuk suntikan pertama

"Jadi dari 75 juta dosis itu, sisa stoknya ada sekitar 19 juta dosis. Kita sudah mendapatkan kedatangan bahan baku yang cukup, yang Insyaalah di akhir Agustus nanti aka nada tambahan lebih dari 30 juta dosis lagi,” kata Budi, Jumat 16 Juli 2021.

"Arahan bapak Presiden untuk vaksinasi ini agar dipercepat dan beliau memahami stok itu ditahan di daerah-daerah sebagai cadangan suntik kedua sebesar 19 juta, dan beliau meminta agar segera dihabiskan saja karena nanti akan ada dosis vaksin baru yang datang," sambungnya.

Budi mengayakan, penyuntikan dosis kedua bisa jadi kemungkinan tidak perlu sesuai dengan hari ditentukan. Andai pun bergeser, hanya mundur satu atau dua hari untuk mempercepat hal tersebut.

"Agar nanti seluruh pemerintah daerah, TNI dan Polri segera memanfaatkan stok yang ada di daerah-daerah sebesar 19 juta dosis ini,” kata eks bos Bank Mandiri itu.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah terus mendatangkan vaksin COVID-19. Kali ini, kembali didatangkan sebanyak 1.041.400 dosis vaksin AstraZeneca, yang tiba di Tanah Air pada Jumat pagi 16 Juli 2021.

Dalam keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, vaksin AstraZeneca tiba melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, sekitar pukul 06.51 WIB menggunakan Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ-950. Hari ini kita kembali menerima kedatangan vaksin tahap ke-26 berjumlah 1.041.400 dosis vaksin jadi dari AstraZeneca. Total vaksin yang telah kita terima hingga pagi ini adalah 141.315.880 vaksin," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, dalam keterangannya secara virtual.

Dalam perjanjian bilateral antara pihak AstraZeneca dengan pemerintah Indonesia, vaksin yang dikirimkan sebanyak 50 juta dosis. Maka yang tiba hari ini, adalah bagian dari perjanjian tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak AstraZeneca yang telah membantu masyarakat Indonesia untuk memperoleh vaksinasi serta kepada seluruh pihak yang telah membantu memperlancar kedatangan dan pendistribusian vaksin-vaksin yang kita peroleh ke seluruh pelosok provinsi di Indonesia," katanya.

Kehadiran vaksin ini diharapkan bisa terus mempercepat dan memperluas cakupan program vaksinasi nasional sehingga target penyuntikan 2 juta vaksin per hari di bulan Agustus bisa tercapai.

Berbagai program vaksinasi juga gencar dilakukan dari berbagai lembaga, mulai dari vaksin keliling, door to door, dan sejumlah kelompok komunitas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel