Sebanyak 6.142 personel gabungan disiagakan untuk amankan unjuk rasa

Polda Metro Jaya bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 6.142 personel gabungan dalam rangka pengamanan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Jakarta dan sekitarnya.

"Personel pengamanan disiapkan 6.142 personel gabungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis.

Zulpan mengatakan unjuk rasa Kamis ini akan dilakukan oleh elemen mahasiswa yang tersebar di dua lokasi yakni di Bundaran Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta Pusat.

Sedangkan massa buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Depok, Kantor DPRD Kota Bekasi dan Kantor Pemkot Bekasi.

Baca juga: PMII sampaikan aspirasi kenaikan BBM di Balai Kota Jakarta

Menurut data Polda Metro Jaya, massa yang akan mengikuti aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Kamis ini berjumlah kurang lebih 2.000 orang.

Zulpan juga mengimbau kepada peserta aksi untuk selalu mematuhi peraturan agar aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif.

Dia juga mengingatkan kepada peserta aksi untuk saling menjaga barisan dan waspada terhadap penyusup yang berupaya membuat keonaran di tengah aksi penyampaian pendapat masyarakat.

Terkait aksi unjuk rasa tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Ribuan personel dikerahkan untuk amankan unjuk rasa

"Alih arus dilaksanakan Kamis pada 15 September 2022 pukul 10.00-selesai. Masyarakat menuju Istana agar mencari jalan alternatif lain," demikian dilansir dari akun Twitter Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro.

Adapun skema pengalihan arus lalu lintasnya sebagai berikut.

1. Arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

2. Arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira (situasional).

Baca juga: Polisi sebut ketegangan massa di Patung Kuda karena salah paham

3. Arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit/Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Juanda atau ke Jalan Suryopranoto.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Tanah Abang Satu.