Sebar Hoaks Vaksin Sinovac Haram, Pria Asal Aceh Ditangkap

Daurina Lestari, Dani Randi (Banda Aceh)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Personel Polres Simeulue, Aceh, menangkap seorang pria berinisial ES (33) karena menyebarkan berita hoaks soal vaksin sinovac haram. Dia menyebarkan berita bohong itu di akun media sosialnya.

Dalam unggahannya, ES mem-posting ajakan: ‘Rakyat Aceh siap perang’ jika pemerintah ngotot menyuntikan vaksin Sinovac kepada warga Aceh. Postingan ES tersebut dinilai provokatif, dan ia dijerat dengan UU ITE.

“Tersangka kita tahan karena diduga telah melakukan tindak pidana terkait UU ITE karena membuat, menyebar berita hoaks, provokatif terkait vaksin Sinovac di Aceh,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simeulue, Iptu Muhammad Rizal, saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Januari 2021.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita barang bukti satu unit telepon genggam yang diduga digunakan tersangka untuk mem-posting berita yang mengandung ujaran kebencian itu.

“Karena pelaku juga menyebarkan berita bohong terkait vaksin Sinovac melalui akun media sosial miliknya,” ujar Rizal.

Baca juga: Disiarkan Langsung, Besok Presiden Jokowi Disuntik Vaksin COVID-19

Dari unggahan tersangka, kata Rizal, pelaku menuliskan narasi bahwa seolah-olah warga Aceh menolak vaksin Sinovac. Ia juga menulis bahwa vaksin tersebut haram dan tidak cocok bagi warga Aceh.

Polisi saat ini masih mendalami motif ES membuat unggahan tersebut di akun media sosial miliknya. "Untuk modus tersangka akan kami dalami lagi," ujar Rizal.

Tersangka ES bakal dijerat Pasal 45 A ayat (1) Juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial, dan tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan isu-isu provokatif dan ujaran kebencian.

“Masyarakat harus bijak apabila menerima informasi yang ada di berbagai media sosial,” ucapnya.