Sebarkan Konten Perdamaian buat Lawan Radikalisme dan Terorisme di Medsos

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyebaran radikalisme dan terorisme masih jadi ancaman serius baik di dunia nyata maupun dunia maya. Perlu keterlibatan banyak pihak termasuk dari kalangan pesantren untuk menyebarkan konten-konten perdamaian.

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, sosialisasi bahaya penyebaran radikalisme menjadi salah satu strategi memberikan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan kepada para santri.

"Agar mampu menyaring berbagai informasi beredar serta menyebarkan konten perdamaian, khususnya di dunia maya, hingga ke seluruh penjuru negeri," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6).

Menurutnya, kegiatan pelatihan para santri merupakan gagasan yang baik antara BNPT dengan pesantren untuk memperkuat sinergi menangkal narasi radikal terorisme.

"Jadi kita juga belajar menghadapi cara-cara yang melibatkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari untuk menyebarkan konten perdamaian yang jauh dari radikalisme terorisme," tuturnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini juga menjelaskan kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga perlu keterlibatan Indonesia dalam mengambil langkah untuk menjaga perdamaian.

"Dengan melihat kondisi yang ada sekarang, mudah-mudahan kita mampu, tidak hanya kita bertahan tetapi harus bangkit, sehingga Islam di Indonesia ditunggu di mana-mana, Islam yang wasathiyah (moderat), Islam yang ramah sedang ditunggu di dunia," katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki rasa persaudaraan yang kuat antarsesama yang menjadi pengikat persatuan dalam bingkai Pancasila.

"Makanya kita bersilaturahmi, berkunjung, tahlilan, banyak peringatan-peringatan, itu yang sudah kita lakukan bersama-sama di Indonesia. Kadang kita tidak menyadari, tetapi itulah yang memperkuat ukhuwah. Itulah yg menjadi modal bagi NKRI untuk menjaga kesatuan," tandasnya. [did]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel