Sebastian Vettel Belum Menamai Mobil Aston Martin untuk F1 2021

Xaveria Yunita
·Bacaan 2 menit

Hingga sekarang, julukan yang disematkan untuk mobil Aston Martin yang akan dikemudikannya musim depan, masih jadi teka-teki.

Bagi Vettel, menamai mobil sama pentingnya dengan menaruh koin di sepatu sebelum berlomba. Pilot Jerman itu tak segan meminta masukan soal nama kepada para kru di paddock saat makan malam bersama jelang musim baru.

“Itu terjadi begitu saja. Saya tak pernah merencanakan. Saya dan kru membuka sesi tukar pikiran sebelum awal musim,” ujarnya.

“Itu tentang bersenang-senang dan sebuah nama yang spontan disukai semua orang.”

Pada 2008, Vettel memberi nama Julia kepada mobil Scuderia Toro Rosso, STR3. Mereka duduk di peringkat delapan. Ketika itu, ia ingin mengurutkan sesuai alfabet untuk tahun-tahun berikutnya.

Tahun berikutnya, pembalap 33 tahun tersebut mengikatkan diri dengan Red Bull Racing dalam kontrak jangka panjang hingga enam tahun.

Di musim perdananya, ia memanggil RB5 dengan sebutan Kate, yang berhasil melambungkan ke posisi kedua.

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000, masuk pit stop

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000, masuk pit stop<span class="copyright">Steven Tee / Motorsport Images</span>
Sebastian Vettel, Ferrari SF1000, masuk pit stopSteven Tee / Motorsport Images

Steven Tee / Motorsport Images

Pada 2017, ia memilih nama Gina dari Regina, yang berarti ratu. “Kami memilih nama itu karena kami pikir nama itu sangat cantik,” katanya.

Berkat Gina, ia start dari grid pertama 13 kali (sama seperti juara dunia Lewis Hamilton), naik podium 13 kali dan meraih 5 kemenangan dari GP Australia, GP Bahrain, GP Monako, GP Hungaria dan GP Brasil. Tak ada yang lebih cepat daripada Gina di GP Meksiko, yang bisa dipacu 362,4 km/jam.

Dalam sebuah makan malam di Melbourne, 2018, forum menyukai nama Loria. Entah dari mana ide tersebut.

Menurut Wikipedia, Loria merupakan nama kota kecil di Veneto, dua bersaudara yang merupakan ahli matematika dan ahli alam yang juga pemain sepak bola, atau laboratorium ilmu alam komputer Prancis dan game.

“Itu hanya nama yang tiba-tiba muncul. Kalau tak ada seseorang yang tahu bagaimana kami mendapatkannya, mungkin itu bagian dari kesenangan juga,” Vettel enggan menjelaskan arti sebenarnya.

Loria juga membuat Vettel nyaman sehingga dapat mempertahankan runner-up, usai kalah lagi dari Lewis Hamilton.

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000

Sebastian Vettel, Ferrari SF1000<span class="copyright">Steven Tee / Motorsport Images</span>
Sebastian Vettel, Ferrari SF1000Steven Tee / Motorsport Images

Steven Tee / Motorsport Images

Lina jadi opsi untuk mobil musim 2019. Eks rekannya, Mark Webber, menyindir, “Apa dia kurus sekarang dan itu kenapa dia memanggil mobil itu Lina?”. Vettel menjawab, “Ya, memang benar. Mungkin saya seharusnya memanggilnya ‘Lean Lina’.”

Bersama Lina, ia hanya menang sekali di Singapura dan merosot ke posisi kelima klasemen.

Lucilla yang dipakai musim 2020, tampaknya pilihan buruk untuk menamai Ferrari SF1000. Vettel mencatatkan rapor paling negatif sepanjang kiprahnya di kelas premier.

Lalu bagaimana dengan nama mobil Aston Martin yang bakal dipacunya musim depan? Sebastian Vettel mengaku sudah punya gagasan yang sesuai dengan karakter pabrikan Inggris itu. Namun, ia belum mau mengungkapkan kepada publik.