Sebelas Korban Penembakan Colorado Kritis

REPUBLIKA.CO.ID, COLORADO---Sebelas dari 70 orang cedera dalam penembakan di satu gedung bioskop di pinggiran kota Denver selama pemutaran tengah malam film baru "Batman" masih dalam kondisi kritis pada Jumat malam, kata polisi.

Kepala Kepolisian Aurora, Dan Oates, mengatakan bahwa dari 70 korban, 12 meninggal dan 58 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 30 orang masih dirawat di rumah sakit, katanya.

Seorang pria bersenjata, memakai masker gas dan baju besi membunuh 12 orang pada ertunjukan perdana tengah malam film Batman baru di daerah pinggiran Denver, yang menyulut kekacauan ketika ia melemparkan tabung gas ke dalam gedung bioskop dan memberondongkan tembakan ke arah penonton.

Dengan bersenjatakan sebuah senapan serang, satu senjata laras pendek dan sebuah pistol, penyerang juga melukai 59 orang selama pemutaran film "The Dark Knight Rises" di sebuah mall di daerah pinggiran Aurora, yang berubah menjadi ajang kekacauan dengan korban yang berdarah-darah dan jerit ketakutan serta permintaan bantuan.

Tersangka, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai James Eagan Holmes (24) juga memasang ranjau di apartemennya di Aurora dengan peledak canggih, yang membahayakan aparat penegak hukum dan tim penjinak bom yang datang ke lokasi itu.

Pihak berwenang mengosongkan lima bangunan berdekatan dan membuat garis pembatas beberapa blok. Aparat, yang tiba di lokasi kejadian dalam waktu 90 detik setelah panggilan darurat pertama, segera menahan tersangka di tempat parkir di belakang gedung bioskop itu, dimana ia menyerah tanpa perlawanan, kata Kepala Kepolisian Aurora Dan Oates.

Menurut Qates, tersangka bersenjatakan senpan serang AR-15, senjata laras pendek ukuran 12 dan pistol Glock kaliber 40. Polisi juga menemukan sebuah pistol lain kaliber .40 di dalam mobilnya yang diparkir di luar pintu gerbang belakang gedung bioskop tersebut, kata Qates.
Holmes adalah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Colorado yang sedang dalam proses keluar dari program sarjana di bidang ilmu syaraf, kata universitas itu dalam satu pernyataan.

Personel militer tampaknya termasuk di antara korban, namun belum jelas apakah ada yang tewas, kata Kementerian Pertahanan AS. Belum diketahui motif tersangka melancarkan serangan tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.