Sebelas UMK binaan Pertamina raih nilai ekspor hingga Rp9 miliar

·Bacaan 2 menit

PT Pertamina (Persero) mencatat ada 11 usaha mikro kecil (UMK) binaannya mampu mencetak realisasi ekspor produk-produk lokal senilai lebih dari Rp9 miliar.

Pejabat Sementara Vice President Corporate Communications Pertamina Heppy Wulansari mengatakan hasil tersebut sesuai dengan peta jalan pembinaan UMK mulai dari kondisi tradisional, menjadi modern, digital, daring, hingga akhirnya mampu menjadi UMK ekspor.

"Para mitra binaan ini sebelumnya telah mendapatkan edukasi terkait pengenalan ekspor UMK, identifikasi dan adaptasi produk ekspor, pembuatan business plan ekspor, serta wawasan world market," kata Heppy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Heppy menjelaskan mayoritas binaan yang dikategorikan dalam kelas Go Global ini telah melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia, salah satunya adalah Abdul Ghofur.

Pemilik usaha Duta Craftindo ini telah mengekspor produk berupa kerajinan patung dan instalasi kayu ke berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Belgia, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Berbagai produk karya Duta Craftindo banyak diminati pasar internasional, di antaranya patung-patung dari akar pohon jati.

Peminat produk tidak hanya orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri, melainkan penduduk asli yang kerap berkelana termasuk ke Indonesia untuk mencari produk berkualitas tersebut.

Rencananya akan ada sebanyak satu kontainer atau sekitar 70 kubik produk yang diekspor ke beberapa negara.

Dari sisi kuliner, UMK Sanrahfood yang dinahkodai Lina Rahmania juga mencatatkan pengiriman ke pasar mancanegara melalui beberapa reseller yang menetap di luar negeri dan menjualnya di toko-toko Indonesia di negara tersebut.

"Memang banyak yang beli itu orang Indonesia (yang tinggal di luar negeri). Namun, saat ada pameran di Moskow, misalnya banyak warga Rusia yang membeli sambal khas Indonesia," ujar Lina.

Produk Sanrahfood kini telah dikenal di luar negeri, seperti di Australia, Malaysia, Hong Kong, hingga Dubai. Produk yang banyak diminati berupa aneka sambal khas Indonesia.

Lina mengaku dalam sekali melakukan ekspor jumlah produknya mencapai 200-400 botol.

“Tidak terlalu banyak memang, tapi sering, bisa sebulan sekali kami mengekspor produk ke luar negeri,” katanya.

Pertamina berkomitmen melalui program binaan UMK tersebut perseroan terus berupaya menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi, menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, serta berupaya mendorong setiap mitra binaan menjadi UMK naik kelas dan bisa masuk ke pasar mancanegara.

Baca juga: Pertamina bina 2.305 UMK di Papua dan Papua Barat

Baca juga: Pertamina lanjutkan pendampingan sertifikasi halal usaha mikro kecil

Baca juga: Pertamina UMK Academy wajibkan transaksi non tunai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel