Sebelum Bunuh Diri, Ibu di Garut Racuni Kedua Anaknya hingga Meninggal

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lentina Dora Hutasoit (sebelumnya tertulis Rentina Dora), ibu dari dua anak yang ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Cibunar, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (16/4), dipastikan polisi melakukan pembunuhan sebelum bunuh diri. Aksi pembunuhan dilakukannya kepada dua anaknya yang berusia enam tahun dan 11 bulan.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan telah memeriksa enam saksi yang terdiri dari suami hingga orang tua korban. Selain itu juga melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Kami juga sudah mendapatkan hasil autopsi dari ketiga jenazah yang meninggal. Untuk yang anak-anak, hasil autopsinya diketahui penyebab meninggalnya adalah indikasi keracunan, sedang kan ibunya yaitu LDH itu mengalami luka di bagian leher, seperti bekas gantung diri," kata Wirdhanto, Senin (18/4).

Untuk waktu meninggal ketiga orang tersebut, dijelaskannya, diperkirakan antara rentang waktu pukul 19.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB.

"Dan hasil dari olah TKP kami menyimpulkan bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan terlebih dahulu, yang dilakukan oleh ibu kandung kepada dua orang putra putrinya yang berumur enam tahun dan 11 bulan," jelasnya.

Aksi pembunuhan yang dilakukan LDH, modusnya adalah dengan meracuni menggunakan sabun pencuci piring yang dicampur jus buah naga. Hal tersebut pun dibuktikan dengan kondisi terakhir kedua korban yang muncul adanya busa yang keluar dari mulut hingga telinga korban.

Selain itu juga, polisi menemukan sidik jari LDH dan anaknya di bagian gelas jus buah yang sudah dicampuri sabun itu. Hal tersebut menguatkan indikasi tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

"Kemudian setelah itu, untuk ibu kandung yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya di kusen kamar korban. Yaitu cara menggantungkan adanya tali pengikat untuk bayi, yang seketika itu akhirnya meninggal," ungkapnya.

Untuk motif LDH nekat melakukan pembunuhan dan bunuh diri karena dugaan sakit hati terkait perselingkuhan.

Dugaan motif tersebut dikuatkan dengan pesan terakhir yang dikirimkan LDH kepada suaminya pada Jumat (15/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Ada dua pesan yang dikirimkan LDH kepada suaminya.

Terkait hal tersebut, Wirdhanto menyebut bahwa suami LDH belum memberikan keterangan lebih jauh terkait hal tersebut.

"Kami akan terus dalami untuk lebih menguatkan dari motif, tapi kami sudah temukan motif berkaitan dengan bunuh dirinya," sebutnya.

Ketiga jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga setelah sebelumnya selesai dilakukan autopsi. Ketiganya sudah dimakamkan. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel