Sebelum Dibunuh, Calon Kades di Ogan Ilir Sempat Adu Mulut dengan Seseorang

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus pembunuhan AR (54), calon kepala desa Betung II, Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, belum menemui titik terang. Polisi mendalami hubungan penelepon beberapa saat sebelum kejadian.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna mengungkapkan, korban menerima telepon dari seseorang yang dikenal dan terjadi salah paham. Kemudian, korban keluar rumah dan sudah ditunggu terduga pelaku yang diduga sudah merencanakan pembunuhan.

"Korban sempat adu mulut dengan seseorang melalui telepon sebelum keluar rumah dan dibunuh. Karena itu kami kaji kaitan antara dua kejadian itu," kata Sondi, Jumat (22/7).

Dari keterangan, istri korban menyaksikan ketika suaminya dikejar pelaku begitu keluar rumah. Pelaku membawa senjata tajam dan senjata api.

Saat dikejar, korban ditembak pelaku sebanyak dua kali dan membacoknya berkali-kali hingga terkapar. Korban tewas di tempat dengan luka tembak di dada dan pinggul, luka robek di rahang, dua luka bacok di perut, dan tiga luka di tangan.

"Istrinya melihat langsung, setelah itu pelaku kabur," ujarnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban cukup diperhitungkan dalam Pilkades. Sebab, dia aktif dalam kegiatan Karang Taruna di desanya.

"Motif pembunuhan masih dilakukan pendalaman lebih lanjut mengingat korban termasuk kandidat yang diperhitungkan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, geger dengan aksi pembunuhan di kampungnya dengan korban AR yang merupakan calon kepala desa setempat. Dia tewas dengan banyak luka bacok dan luka tembak.

Peristiwa itu bermula saat pintu rumah korban diketuk orang, Rabu (20/7) waktu Subuh. Meski dilarang istrinya karena mencurigakan, korban tetap membuka pintu dan menemui pelaku.

Begitu keluar rumah, korban ditembak sebanyak dua kali dan dibacok. Korban tewas di tempat, sementara pelaku langsung melarikan diri ke hutan.

Belum diketahui motif dan pelaku pembunuhan karena saat kejadian dikabarkan memakai topeng. Polisi belum dapat memberikan keterangan mendalam terkait kasus ini. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel