Sebelum diserahkan ke KPU, DCS Gerindra diperiksa Prabowo

MERDEKA.COM. Partai Gerindra menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). DCS diseleksi langsung oleh Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, DCS ditentukan melalui badan seleksi caleg partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto. Menurut Fadli, hampir tiga ribu orang yang mendaftarkan diri sebagai Caleg ke Gerindra.

Namun, yang lolos seleksi hanya 560 orang sesuai dengan kuota terbanyak yang diberikan oleh KPU.

"Badan seleksi mewawancarai semua Bacaleg hingga akhirnya memutuskan 560 orang Caleg dalam DCS," jelas Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Senin (22/4).

Dia menjelaskan, Caleg Gerindra berasal dari pengurus dan kader partai yang berasal dari berbagai latar belakang.

"Ada tokoh politik, akademisi, tokoh agama, pengusaha, tokoh petani dan nelayan, buruh, artis, atlet dan lain-lain. Tingkat keragaman latar belakang ini bagi Gerindra sangat penting, untuk meningkatkan semakin banyaknya aspirasi yang nanti bisa terjaring," tegasnya.

Selain itu, Gerindra juga mengalokasikan lebih dari 35 persen kuota perempuan. Kuota ini melampaui aturan KPU sebesar 30 persen.

"Antusias publik sangat besar untuk mendaftar sebagai Caleg dari Gerindra. Ini efek proses perekrutan secara terbuka melalui iklan yang kita pasang di berbagai media. Kami berusaha lakukan proses seleksi secara komprehensif, tapi tentu tak ada yang sempurna," katanya.

"Tak semua orang tertampung dalam formasi DCS termasuk kader-kader yang bagus. Namun dengan konfigurasi DCS yang ada, Gerindra optimis bisa meraih kursi DPR tiga besar," tandasnya.

Topik pilihan:
Presiden SBY | Kopassus | Polisi Kriminal | Bom Boston | Ujian Nasional

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.