Sebelum Gabung KTM, Espargaro Tak Diperhitungkan di MotoGP

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Peraih gelar juara dunia Moto2 pada 2013 itu bergabung dengan KTM di kelas premier pada 2017. Sejak saat itu, ia telah mencetak enam podium dan dua pole position. Ia juga memiliki peran besar dalam pengembangan RC16.

Pada akhir tahun ini, Espargaro resmi meninggalkan KTM dan akan berlomba untuk Repsol Honda bersama Marc Marquez pada tahun depan.

Miguel Oliveira ditunjuk oleh KTM untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Espargaro. Ia akan bertandem dengan Brad Binder yang telah melakoni debutnya di MotoGP pada tahun ini.

Menjelang balapan terakhir pada tahun ini di Portimao, yang juga akan menjadi terakhir baginya mengendarai RC16. Espargaro menegaskan levelnya mengalami peningkatan signifikan sejak bergabung dengan KTM.

“Saya pastikan 100% KTM memiliki peran dalam kepindahan ini. Saat ini, di satu sisi saya yakin berada di trek, tapi secara psikologis saya tidak pernah merasa dewasa,” kata Espargaro kepada Motorsport.com.

“Sekarang, saya bisa kalah dan tak merasa seperti seorang pecundang. Saya tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Saya merasa berada di KTM membuat saya tumbuh dari seorang anak-anak menjadi seorang pria dewasa di MotoGP.”

Ketika dipromosikan ke MotoGP oleh Monster Yamaha Tech3, Espargaro merasa dirinya tak memiliki masa depan cerah di kelas premier.

Ia mengaku sangat beruntung karena KTM memberikan kepercayaan besar kepada dirinya untuk menjadi bagian dari proyek besar. Terlebih, ia diberikan peran besar dalam pembangunan RC16.

Baca Juga:

Dukung MotoGP Mandalika, Landas Pacu Bandara Lombok Diperpanjang Crutchlow Khawatirkan Kelanjutan Generasi Pembalap Inggris

“Di KTM, mereka membangun saya, begitu juga sebaliknya. Kami membangun motor bersama dan saya tahu setiap bagian penting pada motor. Bagaimana cara menyentuhnya dan seberapa besar elektronik dibutuhkan,” ujar Espargaro.

“Mereka mengajari saya bagaimana menjadi seorang pembalap. Saya bukan seorang pembalap sebelumnya. Saya hanya seorang laki-laki yang mengendarai motor tapi bukan seorang pembalap yang diperhitungkan di MotoGP.”

Ancaman Espargaro telah diperlihatkannya sejak pertama kali mendapat podium di GP Valencia pada 2018 lalu.

Pada saat itu, ia dan timnya menerapkan strategi yang bagus ketika balapan berjalan flag-to-flag. Keputusan untuk mengganti motor dengan ban basah di waktu yang tepat membuatnya sukses meraih podium tiga.

“Mereka mengajari saya bagaimana mengeksekusi balapan dan tanpa semua pengetahuan ini, saya tidak mungkin bisa menghadapi pembalap terbaik di dunia,” ujar Espargaro.

“Saya merasa seperti seorang pria dewasa sekarang. Sangat, sangat berbeda dari sebelumnya.”