Sebelum ke Singapura, Dahlan Dilarikan ke RS Medistra

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara  Dahlan Iskan sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada Sabtu 8 September 2012 lalu, sebelum akhirnya dibawa ke Singapura. 

"Malam Minggu sambil menunggu Ibu Nafsiah (istrinya) datang dari Samarinda, beliau diantar ke RS Medistra," ujar Abdul Azis, staf Dahlan, dalam pesan elektronik, Rabu 12 September 2012.

Di rumah sakit tersebut, Dahlan diharuskan beristirahat dan difoto rontgen. Foto tersebut menunjukkan hasil yang baik. Namun, teman-teman dekat bos Jawa Pos itu menyarankan Dahlan untuk berobat ke Singapura. Alasannya,  perawatan di negara itu dilakukan oleh dokter yang pernah menangani Dahlan melakukan operasi transplantasi hati.

Sebenarnya, kata Azis, Dahlan menolak dibawa ke Singapura. Ia baru bersedia terbang demi menghargai saran teman-temannya itu. "Akhirnya kami pun berangkat pada Minggu siang ke Singapore General Hospital," kata Azis.

Menurutnya, di rumah sakit Dahlan lebih senang berdiskusi di samping ruang rawat inap ketimbang beristirahat. "Beliau hanya kembali ke ruang perawatan kalau mau minum obat, atau kalau ada kunjungan beberapa sahabat, biar terkesan sakit," ujar Azis.

Menurunnya kondisi Dahlan sebenarnya sudah berlangsung sejak kepulangannya dari umroh, serta kunjungan ke sejumlah negara Timur Tengah, seperti Palestina, Yordania, dan Irak pada Ramadan hingga Lebaran lalu. Saat itu, penyakit yang dikeluhkannya adalah flu dan batuk.

Sampai Sabtu pekan lalu, kondisi Dahlan tidak kunjung membaik. Bahkan, setibanya dari Semarang  ia sempat diinfus di klinik Bandara Soekarno-Hatta.

SATWIKA MOVEMENTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...