Sebelum Mencapai Kesuksesan Berbisnis, Ada Sejumlah Kegagalan yang Harus Diterima

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Suci Ramadanti

Halo Sahabat Fimela,

Kenalin namaku Suci Ramadanti, usiaku 20 tahun. Aku seorang mahasiswa juga pekerja.

Aku mempunyai mimpi atau cita-cita menjadi seorang pengusaha di usia muda, dan salah satu usahaku untuk mewujudkannya adalah membuka sebuah usaha. Namun, karena keterbatasan modal aku hanya bisa menjalani usaha yang hanya mengeluarkan modal sedikit caranya dengan bergabung menjadi reseller atau member. Inilah sedikit kisahku untuk mewujudkan mimpi.

Setelah lulus dari SMA aku merantau ke Kota Depok untuk melanjutkan pendidikan. Aku berpikir bagaimana caranya supaya aku bisa membiayai kuliahku sendiri tanpa harus meminta uang pada orang tua. Akhirnya aku menemukannya yaitu menyiapkan lamaran pekerjaan, aku harus bekerja supaya aku biasa membiayai kuliahku. Aku mengambil jurusan akuntansi di universitas swasta Kota Tangerang dan mengambil kelas karyawan yang kuliahnya hanya hari Sabtu saja agar aku bisa kuliah sambil bekerja.

Setelah menyiapkan dokumen lamaran pekerjaan aku daftar ke perusahaan-perusahaan yang syaratnya boleh lulusan SMA. Tidak mudah memang mendapatkan pekerjaan apalagi hanya lulusan SMA. Sampai akhirnya aku dipanggil untuk wawancara di sebuah perusahaan jasa appraisel untuk menjadi staf administrasi. Singkat saja akhirnya aku bekerja di sana dan sampai sekarang sudah dua tahun aku masih bekerja di perusahaan jasa ini menjadi staf administrasi dan aku bisa membayar pendidikanku sendiri yang saat ini sudah semester 5.

Saa aku kuliah sambil bekerja pendapatanku ternyata masih kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Akhirnya aku mencari di instagram kira-kira apa yang bisa kulakukan untuk menambah pendapatanku. Dan aku join menjadi member sebuah brand kosmetik, hanya bermodalkan 10.000 untuk bisa menjadi member dan saat itu aku belum paham bagaimana cara berbisnis itu dan katanya bakal dibimbing sampai kita bisa. Pertama kali gabung sangat semangat dan antusias untuk mulai jualan tapi ternyata sulit untuk mendapatkan customer dan harga produk nya pun terbilang mahal sedangkan teman di media sosialku rata-rata adalah anak SMA dari situ kutinggalkan bisnis dari brand tersebut karena tak ada yang tertarik.

Mencoba Berbagai Macam Bisnis

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Dari situ kumulai lagi mencari kira-kira produk apa yang sesuai dengan teman media sosialku yang akan banyak peminatnya. Akhirnya aku mencoba berjualan baju-baju dan tas dari tangan pertama juga permainan truth or dare yang berbentuk kartu. Aku mencari online shop yang membuka jasa reseller dan kudapatkan beberapa olshop yang membuka reseller. Untuk kartu ini pengirimannya jauh dan harus pesan min. 10 box.

Di awal memang ada peminatnya tapi hanya sedikit, jadi itu tak bertahan lama. Untuk fashion dan tas, produk yang dijual bisa dibilang murah namun kualitas ya... standarlah sama harga dan aku lihat di instagramnya peminatnya banyak makannya kubuka reseller untuk cabang Depok agar meminimalkan ongkir para customer. Awal-awal aku semangat mempromosikan produk-produk yang kujual di instagram dan kubuat feed instagram serapi dan semenarik mungkin. Aku meminta bantuan temanku juga untuk mempromosikan barang yang aku jual. Namun, lagi-lagi usahaku tidak berjalan lancar dan sepi peminat. Akhirnya tidak aku lanjutkan lagi bisnis itu.

Kucoba lagi cari bisnis apa yang kira-kira banyak peminatnya, dan aku coba bergabung menjadi reseller macaron karena kulihat peminatnya banyak. Untuk menjadi reseller aku membutuhkan modal dengan membeli min 6 box macaron maka aku resmi menjadi member dan join grup member macaron. Dan aku mempromosikannya, karena tempat produksi macaronnya yang jauh ada di Nganjuk maka aku buka reseller Depok supaya warga Jabodetabek atau yang dekat-dekat tidak perlu ongkir yang besar. Harga macaron menurutku bisa dibilang murah. Namun, karena aku reseller harganya kunaikkan. Di bisnis ini aku buka dengan sistem PO karena tempat produksinya yang jauh. Ada beberapa orang yang pesan awalnya, namun lama-lama sepi peminatnya. Kutinggalkan lagi usahaku yang ini mungkin bukan rezekinya.

Ditengah pandemi, tempat aku kerja menjadi salah satu perusahaan yang terdampak sekali karena adanya pandemi ini, gaji bulanan dipotong belum lagi bayaran kuliah, dan lain sebagainya. Dari situ aku merasa lelah karena usahaku juga tidak menghasilkan, sempat putus asa tapi aku kepikiran sama orangtuaku. Tempat papa kerja tutup karena pandemi jadi papa dirumahkan dan otomatis tidak ada penghasilan.

Aku minta sama Tuhan supaya mempermudah jalan aku supaya aku bisa bantu orangtuaku, dan aku juga terus berusaha selalu optimis dan semangat. Dan ini sesuatu yang enggak terduga seminggu kemudian aku lihat ada pendaftaran untuk menjadi affiliate, aku daftar dan menjadi member affiliate.

Dan alhamdulillah sampai saat ini usahaku yang ini berjalan lancar walaupun ada beberapa hambatan kucoba usahaku lebih dalam lagi, lagi, dan lagi. Sampai akhirnya satu per satu apa yang aku inginkan bisa tercapai. Jangan lupakan berdoa terus dan ikhtiar agar dapat hasil yang sesuai harapan dan minta dukungan dari kedua orangtua tentunya. Aku bersyukur ternyata Tuhan mendengar doaku dan melihat usahaku. Dan inilah yang Tuhan berikan atas usahaku. Tiga hal yang aku terapkan dan mungkin bisa teman-teman coba juga yaitu niat, serius, dan ikhtiar.

#ChangeMaker