Sebelum Mulai Bisnis Dropship, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Belanja online yang semakin populer di masyarakat menciptakan fenomena model bisnis ritel online di mana pengecer tidak perlu menyimpan inventaris barang yang mau dijual. Model bisnis ini dikenal sebagai dropshipping dan menjadi pilihan banyak orang dalam berbisnis karena modal rendah serta tidak perlu memikirkan untuk biaya pemeliharaan inventaris dan membayar etalase, gudang maupun biaya overhead lainnya.

Dropshipping adalah metode bisnis di mana pengecer menerima pesanan pada produk yang terdaftar atau dijual di tokonya sendiri, yang kemudian diteruskan ke pemasok untuk dilakukan pengiriman. Saat ini, dropshipping digunakan secara global oleh grosir dan produsen untuk menjual produk mereka. Ini yang bagus untuk pengusaha baru karena tidak perlu khawatir menjaga stok atau menangani pengiriman.

Anda hanya perlu memilih pemasok yang tepat dalam proses mengirimkan pesanan. Konsep utama model ini adalah menjual produk yang sebenarnya tidak dimiliki. Ini berarti, pengusaha cukup membuat toko online, memasukkan harga mark-up dan menjual produk ke klien lalu meneruskan pesanan ke pemasok. Sebagai gantinya, pemasok akan mengirimkan produk ke pelanggan atas nama perusahaan Anda.

Keuntungan

Setiap model bisnis memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, sebagai pengusaha, Anda harus memahami dan memastikan apakah model bisnis ini memang cocok dengan bisnis yang diharapkan. Setidaknya ada lima keuntungan dalam memulai bisnis dropshipping.

Pertama, biaya awal yang lebih rendah. Sebagai bisnis dropshipping, Anda tidak perlu berinvestasi banyak untuk menyewa toko, menyimpan inventaris, atau membayar staf. Yang Anda butuhkan hanyalah menyiapkan toko online, tempat Anda dapat mengarahkan pelanggan dan menjual produk Anda.

Keuntungan selanjutnya yakni mudah untuk memulai. Menjalankan bisnis e-commerce menjadi lebih mudah ketika Anda tidak perlu membeli, memelihara, dan memasok produk. Jika membandingkannya dengan memulai toko ritel fisik, tentunya jauh lebih mudah untuk memulai operasi dropshipping.

Berikutnya yaitu tidak memerlukan manajemen persediaan. Dengan dropshipping, Anda tidak perlu khawatir tentang menjaga inventaris, menangani pengiriman dan pengembalian dan mengecek stok terlalu sering. Anda hanya perlu menyampaikan pesanan pelanggan pada pemasok.

Keempat, fleksibel. Karena operasional toko dilakukan secara online, Anda dapat mengaturnya dari mana saja. Yang Anda butuhkan hanyalah laptop dan koneksi internet yang bagus. Terakhir adalah skalabilitas. Karena satu-satunya hal yang Anda lakukan adalah mengiklankan dan menerima pesanan, menjalankan operasional menjadi jauh lebih mudah dan beban kerja tentunya juga berkurang.

Yang Anda butuhkan hanyalah platform dapat menangani trafik penjualan dan menerima pesanan. Namun, berhati-hatilah dalam memilih pemasok karena ini sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan bisnis Anda.

Kekurangan

Selain memiliki keuntungan yang memudahkan operasional bisnis. Dropshipping juga memiliki kekurangan di dalamnya yakni persaingan ketat. Karena hambatan dalam memulai jauh lebih rendah, telah mengakibatkan persaingan sangat tinggi dalam bisnis dropshipping. Puluhan bisnis mungkin menawarkan produk yang sama dengan harga yang bersaing.

Kekurangan kedua, kurangnya kontrol atas persediaan dan pengiriman. Karena pemasok lah yang bertanggung jawab untuk menjaga stok dan pengiriman produk, Anda tidak memiliki banyak kendali atas ketersediaan produk atau kualitasnya. Ini menyebabkan bisnis sangat ketergantungan pada kinerja pemasok.

Kekurangan lainnya adalah margin rendah. Dengan persaingan yang ketat di pasar mengakibatkan marginnya cukup rendah untuk bisnis dropshipping. Sehingga Anda perlu beroperasi pada volume yang besar untuk menghasilkan keuntungan yang baik. Ini juga dilakukan karena akan ada banyak pengecer online yang memiliki biaya operasional yang lebih sedikit dan menjual produk mereka dengan harga terendah.

Karena pelanggan pada akhirnya akan selalu membandingkan harga dan memilih opsi yang lebih murah. Oleh karena itu, menumbuhkan basis klien dengan baik dapat meningkatkan pendapatan bisni dengan lebih cepat.

Keempat, komplikasi dalam pengiriman. Jika menggunakan banyak pemasok untuk setiap produk, ini dapat menjadikan Anda menanggung beberapa biaya pengiriman dari pemasok tersebut. Ini bisa terjadi, jika pelanggan melakukan pembelian dari masing-masing pemasok dalam satu pesanan, tentunya sangat tidak mungkin membebankan biaya pemesanan dari setiap pemasok itu kepada pelanggan. Pemasok yang berbeda juga dapat menyebabkan pelanggan menerima barang yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Kelemahan terakhir adalah kurangnya kontrol kualitas yang menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Bisnis dropshipping akan baik-baik saja bila pelanggan puas dengan produk yang diterima. Namun, saat mereka perlu mengembalikan atau menukar produk, ini akan menjadi sulit untuk mengkoordinasikan pengembalian dengan pemasok.

Menambahkan pihak ketiga ke dalam proses penjualan pasti akan menyisakan ruang untuk munculnya kesalahan. Baik itu masalah pengiriman, barang hilang, kualitas rendah atau produk rusak dan sebagai pedagang, Anda harus bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan itu agar tidak merusak reputasi bisnis Anda.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]