Sebelum PM Bulgaria, Ini 11 Pemimpin Dunia yang Terinfeksi COVID-19

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia telah menginfeksi jutaan orang di seluruh belahan Bumi. Tidak hanya menyasar masyarakat biasa, virus ini juga tak pandang bulu menginfeksi kalangan jutawan, pejabat atau bahkan pemimpin sebuah negara.

Mungkin Anda berpikir bahwa pemimpin-pemimpin dunia memiliki standar protokol kesehatan yang tinggi dan potensi yang rendah untuk terinfeksi COVID-19, namun hal tersebut dapat terpatahkan oleh fakta bahwa beberapa di antara mereka positif tertular virus tersebut.

Dikutip dari euronews, Senin (26/10/2020), berikut ini adalah 11 pemimpin negara di dunia yang terpantau telah terinfeksi COVID-19:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. PM Bulgaria, Boyko Borissov

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov, mengenakan masker di hari keempat KTT Uni Eropa di gedung Dewan Eropa di Brussel, 20 Juli 2020. Ia dinyatakan positif COVID-19. (AFP)
Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov, mengenakan masker di hari keempat KTT Uni Eropa di gedung Dewan Eropa di Brussel, 20 Juli 2020. Ia dinyatakan positif COVID-19. (AFP)

Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov dinyatakan positif COVID-19. Kabar ini diungkap melalui sebuah pesan Facebook tertanggal 25 Oktober 2020.

"Setelah dua kali tes PCR, hari ini saya positif COVID-19," tulis Borisov seperti dikutip dari RFE/RL, Senin (26/10/2020).

Borisov mengatakan bahwa dirinya telah mengalami sejumlah gangguan kesehatan umum pada tubuhnya. Lalu menjelaskan bahwa dirinya akan mengikuti rekomendasi dokter, untuk tetap di rumah dalam proses penyembuhan infeksi COVID-19.

Selengkapnya di sini

2. Presiden Polandia, Andrzej Duda

Presiden Polandia Andrzej Duda (@onobello/Twitter).
Presiden Polandia Andrzej Duda (@onobello/Twitter).

Presiden Polandia Andrzej Duda, telah mengumumkan bahwa dirinya dinyatakan positif mengidap virus COVID-19. Kabar ini muncul ketika negara itu sedang mengalami lonjakan besar dalam kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

Duda mengatakan pada hari Sabtu (24/10/2020) dalam unggahan yang dipublikasikan di Twitter bahwa dia tidak mengalami gejala COVID-19. Tetapi sayangnya, hasil tes menunjukkan bahwa ia positif.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua yang sempat bertemu saya dalam beberapa hari terakhir. Jika saya mengalami gejala, percayalah, semua pertemuan akan dibatalkan," tulisnya di Twitter.

Selengkapnya di sini

3. Presiden AS, Donald Trump

Presiden AS Donald Trump keluar dari Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland pada Senin (5/10/2020). Donald Trump meninggalkan rumah sakit tempat dia dirawat karena Covid-19 dan langsung kembali ke Gedung Putih yang sedang menjadi kluster infeksi baru (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Donald Trump keluar dari Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland pada Senin (5/10/2020). Donald Trump meninggalkan rumah sakit tempat dia dirawat karena Covid-19 dan langsung kembali ke Gedung Putih yang sedang menjadi kluster infeksi baru (AP Photo/Evan Vucci)

Pada 2 Oktober lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya positif COVID-19 setelah dites. Tidak hanya Presiden Trump, sang ibu negara AS Melania Trump pun ikut tertular virus corona baru ini.

Donald Trump mengumumkan dirinya positif terkena Covid-19 melalui akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

"Malam ini, saya dan Ibu Negara AS dites positif Covid-19. Kami berdua akan memulai karantina dan proses pemulihan secepatnya. Kami akan melaluinya bersama," tulis Donald Trump melalui akun Twitternya.

Diketahui bahwa saat ini Trump telah pulih dan sempat mengikuti debat presiden pada Kamis 22 Oktober 2020.

Baca lanjutannya di sini

4. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson

PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19.  (AP/Frank Augstein)
PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19. (AP/Frank Augstein)

Perdana menteri Inggris, Boris Johnson telah terkena COVID-19 pada awal masa pandemi, ia mengisolasi diri pada akhir Maret.

Setelah sepuluh hari demam, Johnson dirawat di rumah sakit dan akhirnya menerima oksigen dalam perawatan intensif sebelum kemudian dinyatakan pulih.

Dia kemudian berterima kasih kepada perawat yang merawatnya selama dia di rumah sakit.

Johnson dikritik keras selama pandemi karena mengeluarkan batasan kesehatan masyarakat seperti penutupan sekolah lebih lambat dari negara-negara Eropa lainnya. Inggris adalah salah satu negara yang terkena dampak paling parah dengan lebih dari 42.000 kematian.

5. Presiden Brasil, Jair Borsonaro

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker saat konferensi pers mengenai pandemi virus corona COVID-19 di Istana Planalto, Brasilia, Brasil, 20 Maret 2020. Bolsonaro kerap menganggap ringan COVID-19 kendati Brasil menjadi salah satu pusat penyebaran COVID-19 dunia. (Sergio LIMA/AFP)
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker saat konferensi pers mengenai pandemi virus corona COVID-19 di Istana Planalto, Brasilia, Brasil, 20 Maret 2020. Bolsonaro kerap menganggap ringan COVID-19 kendati Brasil menjadi salah satu pusat penyebaran COVID-19 dunia. (Sergio LIMA/AFP)

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif COVID-19 pada Juli setelah meremehkan virus selama berbulan-bulan.

Bolsonaro juga mengatakan dia menggunakan hydroxychloroquine, obat yang awalnya digunakan dalam uji coba untuk COVID-19 sebelum dianggap tidak efektif melawan virus. Namun presiden Brasil terus memuji manfaatnya.

Bolsonaro sering tidak memakai masker dan mendorong orang untuk berkumpul dalam kerumunan sebelum didiagnosis. Ia juga sempat menyebut virus itu "flu ringan".

6. Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko

Alexander Lukashenko, presiden Belarus (Foto: Ozy.com)
Alexander Lukashenko, presiden Belarus (Foto: Ozy.com)

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan pada bulan Juli lalu bahwa dirinya telah terinfeksi COVID-19 saat menjelang pemilihan presiden yang diklaim para kritikus telah dicurangi untuk menguntungkan dirinya.

Belarusia adalah salah satu dari sedikit negara di Eropa yang tidak melakukan tindakan lockdown. Lukashenko mengatakan bahwa tindakan yang diambil negara lain terlalu ekstrem.

7. Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan

(bertopi) Perdana menteri terpilih Armenia, Nikol Pashinyan (AFP PHOTO via The New Indian Express)
(bertopi) Perdana menteri terpilih Armenia, Nikol Pashinyan (AFP PHOTO via The New Indian Express)

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengumumkan pada 1 Juni bahwa dirinya telah terjangkit COVID-19.

"Tes virus COVID-19 saya positif kemarin. Semua anggota keluarga saya juga positif," kata Pachinian dalam video yang diunggah di halaman Facebook-nya.

Nikol memiliki seorang istri dan empat anak dan mengatakan pada saat itu bahwa ia tidak memiliki "gejala yang nyata" terkait dengan virus tersebut. Semenjak terinfeksi, dia mengatakan bahwa akan terus bekerja dari rumah "selama mungkin".

8. Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez (AFP)
Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez (AFP)

Presiden Honduras mengumumkan pada bulan Juni bahwa ia dinyatakan positif COVID-19 bersama istri dan dua pembantunya.

Saat itu, Hernandez mengatakan dia sedang menjalani perawatan eksperimental. Namun, ia akhirnya dirawat di rumah sakit dan kemudian dinyatakan pulih.

9. Pangeran Albert II dari Monako

Pangeran Albert II dari Monako. (ADRIAN DENNIS / AFP)
Pangeran Albert II dari Monako. (ADRIAN DENNIS / AFP)

Pangeran Albert II dari Monako dinyatakan positif COVID-19 pada pertengahan Maret. Pria berusia 62 tahun itu adalah pemimpin pertama di dunia yang mengklaim terinfeksi COVID-19.

Diagnosisnya muncul tiga hari setelah Serge Telle, perdana menteri negara kota itu, juga dinyatakan positif terkena virus.

10. Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei

Alejandro Giammattei. (AP/Oliver de Ros)
Alejandro Giammattei. (AP/Oliver de Ros)

Presiden Guatemala Alejandro Giammattei dinyatakan positif COVID-19 pada bulan September.

“Gejala saya sangat ringan. Sampai saat ini badan saya hanya pegal, kemarin lebih sakit dari hari ini, seperti flu parah,” imbuhnya saat berpidato di televisi.

“Saya tidak demam, saya hanya sedikit batuk,” tambahnya.

Guatemala telah mencatat lebih dari 92.000 kasus dan lebih dari 3.000 kematian akibat virus tersebut.

11. Presiden Republik Dominika, Luis Abinader

Luis Abinader. (Foto: Ozy.com)
Luis Abinader. (Foto: Ozy.com)

Presiden Republik Dominika Luis Abinader pernah terjangkit dan pulih dari COVID-19 selama kampanyenya. Dia menghabiskan berminggu-minggu dalam isolasi sebelum pemilihan presiden pada bulan Juli di negara itu.

Republik Dominika telah mencatat lebih dari 100.000 kasus dan lebih dari 2.000 kematian akibat virus tersebut.

Reporter: Ruben Irwandi

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: