Sebelum tewas, korban pertanyakan dipindah ke Lapas Sleman

MERDEKA.COM. Belasan pria bersenjata dan bercadar menembak mati empat tahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, DIY. Keempat korban merupakan tersangka kasus penggeroyokan hingga tewas anggota Kopassus, Sertu Heru Santoso.

Sebelum tewas, korban penembakan di Lapas Cebongan sempat mempertanyakan mengapa mereka dipindahkan dari Rutan Polda DIY ke Lapas. Hal itu dipertanyakan salah satu korban yang merupakan anggota polisi, Juan (sebelumnya ditulis Johan), kepada kuasa hukumnya, Rio Rama Baskara, saat dikunjungi pada, Jumat (22/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Dia mempertanyakan kenapa kami harus dipindah? Apalagi dia kan polisi, dia mengerti ada apanya," kata Rio kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Sabtu (23/3).

Saat itu, Juan mengaku kepadanya akan mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya. Dia juga mengaku tidak mendapat ancaman dari siapapun.

"Dia masih jalani sidang disiplin. Dia bilang apa pun yang saya lakukan saya tanggung jawab," katanya.

Seperti diberitakan, empat tahanan tewas dan dua orang sipir Lapas Cebongan, Sleman, DIY, terluka setelah diserang belasan orang tak dikenal. Korban Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi dan Juan merupakan pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, Sertu Santoso (31) di Hugo's Cafe Kota Yogyakarta.

Kejadian penembakan itu berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB, dimulai dengan kedatangan belasan orang bercadar ke dalam Lapas. Dengan menggunakan penutup muka berwarna hitam, para pelaku melompati pagar setinggi sekitar satu meter.

Pria berbadan tegap itu lantas melumpuhkan sipir penjara, dan memaksanya untuk masuk ke dalam sel tahanan. Tidak berhenti sampai di sana, para pelaku meminta sipir pembawa kunci untuk memeriksa satu per satu sel guna menemukan sasarannya.

Tidak lama, mereka menemukan para pelaku yang tengah meringkuk di dalam sel. Tanpa basa-basi, belasan pria bercadar itu menembakkan senjata api ke arah para korban hingga tewas.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.