Sebelum wafat, Uje sempat ingin mengurus pesantren

MERDEKA.COM. Ustaz Jeffry Al Buchori wafat akibat kecelakaan sepeda motor pada Jumat dini hari tadi. Menurut adiknya, Decky Fajar Sidik, mendiang kakaknya itu mengaku sempat ingin fokus mengurus pesantren.

"Beberapa waktu lalu, sempat terlontar ucapan dia (Ustad Jeffry), 'Kapan ya gue bisa istiqomah ngurus pesantren?," kata Decky di rumah duka, Jalan Narmada III blok I nomor 11, Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Jumat (26/4).

Decky sempat tertegun mendengar kata-kata dari Uje, sapaan gaul Ustad Jeffry, itu. Menurut dia, hal itu merupakan cerminan, bila sang kakak agak jenuh dengan rutinitas dakwah yang mengharuskan dia selalu bepergian.

"Meski dia enggak bilang terus terang. Tetapi kelihatannya dia kelelahan dan agak jenuh harus pergi berdakwah terus," ujarnya

Decky mengatakan, Uje memang sedang membangun sebuah pesantren bernama As-Shahabah, terletak di daerah Cikeas, Jawa Barat. Saat ini, pembangunan pesantren itu belum rampung.

Namun takdir berkehendak lain. Uje wafat saat berkendara. Sepeda motor Kawasaki ER-6N warna hijau bernomor polisi B 3590 SGQ yang dia naiki menabrak pohon dan trotoar di Jalan Gedung Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Uje sempat dibawa ke RS Pondok Indah, tapi dia mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan. Usai Salat Jumat, jasad Uje dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak. Dia bakal dimakamkan persis di samping pusara ayahnya.

Baca juga:
Pesan Aa Gym kepada Pipik: Teruskan perjuangan Ustaz Jeffry
Sebelum wafat, Uje sempat minta maaf & janji tak pakai BB lagi
Uje sempat dilarang naik sepeda motor oleh ibundanya

Topik Pilihan:
Bom Boston| Ujian Nasional  |Google GlassPernikahan | Pasukan Elite

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.