Sebentar Lagi Euro 2020 Dimulai, Yuk Tengok Tiap Pertandingan Pertama Italia sejak Piala Eropa 1996

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Sesaat lagi Timnas Italia akan berjumpa Turki pada laga pembuka Euro 2020. Ada beban dan tekanan tersendiri buat Gli Azzurri menyambut Piala Eropa musim panas ini.

Timnas Wales, Timnas Turki dan Timnas Swiss seolah hanya sebatas di level semenjana jika dibandingkan dengan Timnas Italia. Faktor sejarah, pengalaman sampai mentalitas menjadi perbandingan yang tak sepadan.

Artinya, Italia punya banyak benefit ketika berada di putaran final Piala Eropa 2020. Tapi, sekali lagi, itu hanyalah coretan pena di atas kertas. Pada kondisi terakhir, Italia tak akan mudah melibas lawan-lawannya, terutama Turki.

Siapa yang kini tak kaget dengan sepak terjang Turki, setidaknya pada medio awal tahun 2021. Unjuk gigi Turki teraktual adalah pada fase Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.

Bagaimana tidak mengagetkan, Turki langsung membuka perjalanan terjal dengan menggulung tim unggulan, Belanda. Pada momen istimewa 25 Maret 2021 tersebut, Turki menggelontokan empat gol ke gawang tim Oranye.

Kini, Timnas Italia akan kembali menjajal kekuatan Timnas Turki pada laga perdana Piala Eropa. Akankah ada kejutan lagi di Piala Eropa musim panas ini?

Kekuatan Utama Italia

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. (AFP/MARCO BERTORELLO)
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. (AFP/MARCO BERTORELLO)

Kekuatan Turki tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Italia. Apalagi, mereka akan bersua kali pertama, sekaligus laga perdana Piala Eropa 2020, di Stadion Olimpico, Roma. Pelatih Italia, Roberto Mancini berbagi ingin mengoptimalkan peran seluruh pemain yang bisa menunjukkan diri sepanjang Liga Italia 2020/2021.

Mancini hafal benar kekecewaan publik ketika Italia harus tersungkur pada Euro 2016. Saat itu, Gli Azzurri takluk via adu penalti kala bersua Jerman. Kini, peremajaan armada menjadi prioritas Mancio.

Kini, ia gemar mengombinasikan secara pas pemain muda dan senior. Hal itu tercermin di seluruh lini. Stefano Sensi dan Nicola Barella bisa menjadi duet serasi di lini tengah. Meskipun mereka tak disatukan, bisa jadi satu di antara mereka tetap bisa menjadi dirigen tim.

Beberapa pengamat di Italia menyebut, pasukan Mancio layak bermain cepat alias mulai menanggalkan sistem bertahan sangat rapat. Kombinasi area depan menjadi tipikal pembuka sinyal itu. Andrea Belotti menjadi pilihan bersama Lorenzo Insigne.

Nah, mereka punya banyak pemain muda berbakat, termasuk Federico Chiesa. Mereka juga masih punya duet anak muda, Moise Kean dan Pietro Pellegri. Uniknya, dua pesepak bola ini sama-sama sedang meniti karier di Ligue 1 Prancis.

Apa yang Terjadi pada Italia di Laga Pembuka sejak Euro 1996?

Libero Timnas Jerman, Matthias Sammer, berduel dengan bintang Timnas Italia, Gianfranco Zola, dalam ajang Euro 1996. (MAURIZIO BRAMBATTI / AFP)
Libero Timnas Jerman, Matthias Sammer, berduel dengan bintang Timnas Italia, Gianfranco Zola, dalam ajang Euro 1996. (MAURIZIO BRAMBATTI / AFP)

Euro 1996

  • Italia 2-1 Rusia

*Italia gagal lolos fase grup

Euro 2000

  • Turki 1-2 Italia

*Italia melaju hingga final, kalah dari Prancis

Euro 2004

  • Denmark 0-0 Italia

*Italia gagal lolos fase grup

Euro 2008

  • Belanda 3-0 Italia

*Italia melaju ke babak 16 besar, kalah dari Spanyol

Euro 2012

  • Spanyol 1-1 Italia

*Italia melaju hingga final, kalah dari Spanyol

Euro 2016

  • Belgia 0-2 Italia

*Italia melaju ke perempat final, kalah dari Jerman

Video