Seberapa Berani Penyidik Telusuri Konsorsium 303 Diduga Libatkan Jenderal Polisi?

Merdeka.com - Merdeka.com - Beredar isu keterlibatan petinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam praktik judi online. Isu ini berawal dari file Konsorsium 303 tersebar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso yakin meskipun diduga melibatkan jajarannya sendiri, kepolisian akan tetap menangani dan mengungkap kebenarannya ke publik.

"Saya yakin mereka berani (menyelidiki). Apalagi untuk kebaikan. Kasus Sambo aja mereka buka," kata Sugeng ketika berbincang dengan merdeka.com, Rabu (24/8).

Polri, lanjut dia, akan menghadapi tantangan dalam proses penyelidikan. Namun, tantangan hanya akan berbentuk teknis yang sudah biasa dihadapi kepolisian.

"Tantangan teknis karena para bandar judi sudah menghilangkan jejak dan tidak bisa dilacak lagi. Udah lari. Tapi menurut saya polisi profesional."

Reporter Magang: Michelle Kurniawan

Sedangkan, secara internal Polri, tidak akan ditemukan tantangan berarti. Sebab, dia tidak melihat peluang pihak Sambo mengintervensi penyelidikan.

"Tantangan internal tidak ada, karena FS yang diduga melindungi judi online dan jaringannya sudah lumpuh. Memang saya rasa masih ada sisa (pendukung Sambo), tetapi sekarang lagi tiarap karena takut ditindak oleh Kapolri," ujar Sugeng.

Selain ditindaklanjuti oleh kepolisian, Sugeng juga mendukung apabila nantinya proses pendalaman dilakukan oleh tim eksternal khusus.

"Menarik juga dibentuk tim khusus melibatkan publik, eksternal lah istilahnya. Seperti kompolnas yang sekarang," tuturnya.

Terkait isu lanjutan Konsorsium 303 melibatkan Kabareskrim, dia sudah menduga sejak awal bahwa akan ada serangan balik dari pihak oposisi.

"(Isu Kabareskrim) itu saya identifikasi sebagai serangan balik dari gengnya Sambo dengan mendiskreditkan personal dalam timsus. Sudah saya bilang ke media dari lama akan ada serangan ke personel timsus," kata Teguh.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan turut mengomentari isu Konsorsium 303 ini. Menurutnya, telah terjadi kegaduhan di Polri akibat informasi dugaan keterlibatan para petinggi polisi dalam judi online. Selain itu, masyarakat juga akan skeptis terhadap instansi kepolisian.

"Isu itu membuat gaduh kepolisian. Apalagi menyebut nama beberapa Jenderal.
Dan juga akan menjadi perhatian masyarakat. Muncul tudingan dari publik bahwa polisi menjadi beking praktik judi," ujarnya saat dihubungi merdeka.com pada Rabu (24/8).

Hingga saat ini belum terungkap kebenaran dari isu judi melibatkan polisi tersebut. Namun, Edi yakin, dibalik tersebarnya informasi di media sosial, ada pihak yang berusaha memecah belah Polri.

"Saya kira ada pihak-pihak yang berusaha mengadu domba antar Pati Polri dan Mabes Polri. ini tidak baik."

Sehingga menurutnya, pendalaman kasus harus segera dilakukan. Hal ini menjadi tugas Kadiv Propam Polri baru, Irjen Syahardiantono. Dia melihat peluang bagi Kadiv Propam baru untuk membuktikkan kinerjanya.

"Ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Kadiv Propam, harus mampu mengungkap dan memberikan kejelasan kepada masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri menyatakan saat ini Divisi Propam tengah melakukan pendalaman demi ungkap kebenaran dugaan bawahannya terlibat.

"Terkait masalah konsorsium, kami sedang melakukan pendalaman, Propam juga sedang melakukan pendalaman," kata Jenderal Sigit saat rapat dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8). [rhm]