Sebesar Apapun Penghasilanmu akan Habis jika Masih Seperti Ini

Dian Lestari Ningsih, wowmenariknya02
·Bacaan 3 menit

VIVA – Saat penghasilan kita masih kecil, kita akan membayangkan alangkah nikmatnya hidup seandainya punya penghasilan lebih besar. Setelah penghasilan naik, rupanya kita belum puas juga. Kita kembali membayangkan seandainya saja penghasilan lebih besar, pasti hidup akan lebih bahagia dan lebih banyak lagi yang bisa ditabung atau diinvestasikan.

Pertanyaannya, benarkah begitu? Belum tentu! Semua kembali pada kemampuan kita mengelola penghasilan. Sebab penghasilan sebesar apa pun akan tetap tak berjejak jika.

Semua kembali pada kemampuan kita mengelola penghasilan. Sebab penghasilan sebesar apa pun akan tetap tak berjejak jika.

1. Terlalu Banyak Cicilan

Ayo, cek lagi! Berapa total cicilan yang harus kamu bayar setiap bulannya? Kurang dari 30 persen dari total penghasilan, sama persis, atau malah lebih dari itu? Ini yang kadang juga disalahpahami. Cicilan memang dianjurkan gak melebihi 30 persen dari total pendapatan. Namun ini juga gak berarti kita harus punya cicilan.

Jika memang gak ada yang perlu dicicil, ya gak usah ambil cicilan. Jangan malah merasa hidup gak lengkap tanpa adanya cicilan.

2. Selalu Membeli Dengan Cara Mahal Ketimbang Cara Murah

Memilih cara murah dalam berbelanja jelas bukan dengan hobi minta diskon apalagi gratisan dari teman atau tetangga yang berdagang. Ini sih, namanya gak mendukung usaha teman atau tetangga. Namun jika memang ada diskon yang rutin diberikan seperti di swalayan, mengapa tidak memanfaatkannya? Contoh lainnya ialah saat menggunakan jasa pesan antar.

Kalau makanan atau barang yang hendak dibeli dijual di sekitar kita, kenapa gak membeli di sana saja? Jangan sampai cuma karena malas bergerak, tanpa sadar kita malah sering mengeluarkan lebih banyak uang untuk ongkos kirimnya.

3. Membeli Gengsi, Bukan Fungsi

Gengsi itu mahal. Namun fungsi barang untuk memenuhi kebutuhan kita pasti masih terjangkau karena pilihannya banyak. Dengan fungsi yang sama, ada yang bermerek terkenal, ada yang biasa saja. Ada yang kualitas barangnya bagus banget, ada juga yang tengah-tengah tetapi masih lumayan asal dipakai dan dirawat dengan benar. Tinggal kita nih, mau fokus ke fungsi barang atau gengsi.

Kalau fokus ke fungsi, pengeluaran kita pasti masih terkontrol. Dana yang tersedia cukup untuk membeli ini itu. Namun kalau fokus ke gengsi, kita bisa mengeluarkan begitu banyak uang hanya untuk satu barang.

4. Pemikiran Bahwa Setiap Uang Yang Diperoleh Harus Segera Dihabiskan

Siapa nih, yang gak tahan melihat uang diam di dompet atau rekening tabungan? Rasanya ingin cepat-cepat memakainya bahkan menghabiskannya. Merasa gak tega kalau melihat ada uang menganggur.

Kalau kamu begini, waspadalah! Ini tanda utama kamu akan susah kaya. Kamu harus belajar ‘mengendapkan’ uang sampai kelak bisa diputar untuk modal usaha atau berinvestasi. Bukan uang masuk harus cepat-cepat dikeluarkan lagi.

5. Tidak Mengontrol Pengeluaran

Apakah kamu tipe orang yang terlalu gampang mengeluarkan uang dari dompet? Sedikit-sedikit membeli. Uang di dompet habis, ambil lagi di ATM atau bayar nontunai. Jika begini, gak heran kalau di akhir bulan kamu sering kaget dengan total pengeluaranmu. Kamu gak sadar uang segitu banyak buat beli apa saja.

Mulai sekarang, yuk belajar mengontrol penggunaan uang. Kamu harus punya gambaran yang jelas tentang pengeluaran rutinmu. Di luar itu, kamu harus berpikir dahulu. Apakah itu sesuatu yang penting banget, biasa saja, atau malah sebenarnya gak perlu? Jangan lagi tergesa-gesa mengeluarkan uang, ya!

6. Merasa Wajib Memiliki Segala yang Baru Atau Lagi Tren

Contohnya, pakaian atau ponsel. Pakaian masih bagus-bagus, sudah membeli lagi dan lagi. Sampai lemari tidak muat bahkan banyak yang bertahun-tahun belum pernah dipakai! Begitu pula dengan ponsel. Ponsel sama sekali gak ada kerusakan, sudah ingin ganti ponsel lain yang baru diluncurkan. Terus saja begitu sampai sampah elektronikmu banyak sekali.

Padahal jelas, semua itu sebenarnya adalah uang yang kamu cari dengan susah payah. Apa gak sayang dibuang-buang begitu? Padahal setiap saat ada barang baru yang diproduksi Gak terbayang deh, kalau kamu mewajibkan diri buat memiliki setiapnya. Bukan lagi penghasilan ludes terus, bisa-bisa malah minus.

Tidak mau kan, penghasilan sebenarnya sudah besar tetapi tetap saja terasa kurang atau malah terjerat utang? Makanya, belajar lebih bijaksana dalam menggunakan uang, ya!

SUMBER ASLI