WHO Sebut Bakal Ada Varian Baru COVID-19, Ini Pesan Jokowi ke Pemda

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menyatakan, hingga kini masa pandemi COVID-19 belum bisa dipastikan sampai kapan berhenti. Merujuk pendapat dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kemungkinan akan muncul varian baru lagi, setelah Delta.

Hal itu dikatakan presiden saat memberi pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia dalam rapat tertutup, yang kemudian disiarkan oleh akun Sekretariat Presiden via Youtube.

"Tiga hari lalu WHO menyatakan, diperkirakan akan muncul lagi varian baru, varian baru lagi dan ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan," kata Jokowi, dikutip VIVA, Rabu, 21 Juli 2021.

Oleh karenanya, Jokowi memperingatkan kepala daerah. Daerah harus lebih siap, jika ada varian baru masuk dan langsung mengambil langkah antisipasi.

Jokowi meminta kerja kepal daerah fokus pada penanganan masalah kesehatan dan juga ekonomi masyarakat. Dalam menghadapi pandemi, dibutuhkan kepemimpinan lapangan yang kuat. Yang memahami lapangan mulai dari unsur pimpinan tingkat bawah hingga paling atas.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Risma: Pemerintah Kasih Bantuan Beras

"Artinya kita butuh ketahanan napas yang panjang. Oleh sebab itu, saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota yang didukung seluruh jajaran Forkopimda agar semuanya fokus kepada masalah ini," ujar Jokowi.

"Kuncinya sebetulnya hanya ada dua sekarang ini. Hanya ada dua. Mempercepat vaksinasi. Sekali lagi, mempercepat vaksinasi. Yang kedua, kedisplinan protokol kesehatan utamanya masker, pakai masker," sambung Presiden.

Jokowi juga mengingatkan, perlu tindakan tegas terhadap masyarakat dan ruang-ruang publik agar mengikuti aturan protokol kesehatan. Kepala daearah juga diminta menyiapkan rumah sakit, termasuk lokasi atau rumah sakita cadangan jika terjadi over kapasitas di satu tempat.

Bagi Jokowi, sangat penting bagi kepala daerah memahami dengan cepat kondisi di wilayahnya termasuk apa yang terjadi di situasi krisis saat ini. Tindakan itu termasuk pula percepatan bantuan sosial dan percepatan belanja daerah.

"Jangan sudah penuh baru menyiapkan, akan terlambat. Saya minta terutama untuk urusan rumah sakit, agar kita semuanya betul-betul cek betul, kontrol lapangan, cek obatnya di rumah sakit, siap atau tidak, untuk berapa hari, untuk berapa minggu atau untuk berapa bulan. Kontrol dan cek oksigennya, siap ndak? Untuk berapa hari atau berapa bulan," ucap Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel