Sebut Batik dari China, Xinhua News Beri Klarifikasi

Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Setelah mendapat protes keras terkait unggahannya pada Minggu 12 Juli 2020, tentang klaim yang menganggap batik sebagai kerajinan tradisional China. Kantor berita resmi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xinhua, memberikan klarifikasi melalui akun Twitter.

Sebelumnya, China Xinhua News, menyebut bahwa batik merupakan kerajinan tradisional yang umum digunakan di kalangan kelompok etnis di China, yaitu Guizhou dan Yunan.

Namun hari ini, Senin 13 Juli 2020, mereka meluruskan berita tersebut, masih dari akun Twitter yang sama.

Baca juga: Penting, Cara Jitu Perkuat Imunitas Tubuh Cegah Virus Corona

Dalam unggahan terbaru, @XHNews, mengatakan kerajinan cetak lilin Tiongkok kuno lah yang dianggap sebagai bagian dari kebudayaan mereka, yang memiliki kemiripan dengan batik Indonesia. Xinhua juga menyebut Kementerian Luar Negeri RI, dalam cuitannya.

Pembatik di acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta
Pembatik di acara 7 Th ASEAN Traditional Textile Symposium di Yogyakarta

"Kerajinan cetak lilin Tiongkok kuno dibuat sangat terampil dan memakan waktu. Kerajinan ini juga dikenal sebagai batik, yang berasal dari Indonesia yang mengacu pada teknik pewarnaan berlapis lilin yang dipraktikkan di banyak bagian dunia. Terima kasih untuk @Kemlu_RI," tulis @XHNews, dikutip VIVA, Senin 13 Juli 2020.

Respons warganet cukup beragam. Namun, pada intinya mereka kembali menekankan kalau batik adalah dari Indonesia. Jika mereka memiiki teknik kerajinan tradisional, gunakan istilah mereka sendiri, dan jangan menyebutnya sebagai batik.

Baca juga: Industri K-Pop Harus Bertanggung Jawab Atas Kematian Para Artisnya

"Batik selalu dari Indonesia," ujar warganet menekankan.

"Jangan gunakan kata ‘Batik’ jika Anda memiliki teknik sendiri. Gunakan istilah 'kerajinan tangan kuno Cina dari pencetakan lilin’," kata yang lain.

"Batik = Indonesia adalah negara berdaulat dan tidak meremehkan kami dan budaya kami. kami adalah bangsa yang merdeka dan memiliki hak atas karya besar kekayaan bangsa kami," tulis warganet.