Sebut Dibeking Perwira, Ini Sederet Fakta Insiden Cekcok Avanza Vs Mobil Damkar di Gunungkidul

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Usai viral di media sosial, pihak kepolisian kembali mempertemukan antara pihak pemadam kebakaran dan pengemudi avanza yang terlibat insiden di Jalan Wonosari-Semanu. Polisi juga menghadirkan pihak TNI karena pengemudi avanza mengaku memiliki 'backing' seorang perwira tinggi.

Dalam pertemuan tersebut semua pihak melakukan klarifikasi mulai dari kronologis termasuk soal 'backing' dari seorang perwira. Berikut beberapa fakta yang terungkap dalam pertemuan yang digelar di Mapolres Gunungkidul, Minggu (16/5/2021).

Pembayaran Ganti Rugi

Sebelumnya tersebar berita viral, sebuah mobil Toyota Avanza B 1642 KIM yang dikemudikan Ahmad Ngirfani (26), warga Jetis Sleman terserempet mobil pemadam kebakaran yang tengah menjalankan tugas, Jumat (14/5/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Mobil pemadam tersebut dikendarai Jarwan.

Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Anton Prasetya mengaku pihaknya telah mendapat informasi terkait insiden tersebut. Pihaknya juga telah melakukan upaya mediasi di Mapolsek Semanu namun tak menemukan penyelesaian.

"Nah karena tidak ada titik temu maka visualisasi ke Mapolres Gunungkidul," ujar Anton, Minggu (16/5/2021).

Dengan membawa mediasi di Mapolsek Semanu, pihaknya kemudian menawarkan kepada ada pihak yang dirugikan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Namun kedua belah pihak memilih untuk menyelesaikan tersebut dengan cara kekeluargaan.

Unit Laka Lantas Polres Gunungkidul akhirnya kembali memberi ruang untuk melakukan mediasi dan tidak campur tangan dalam kegiatan tersebut. Kemudian mobil pengemudi pemadam kebakaran bersedia memberikan ganti rugi kepada pemilik mobil Avanza.

"Saat itu pengemudi hanya membawa uang Rp130 ribu dan mau diberikan kepada pengemudi Avanza," tambahnya.

Pengemudi Avanza menolak jika ganti rugi hanya Rp130 ribu, dirinya beralasan bukan hanya spion saja yang patah, tapi juga ada bemper kanan di atas roda yang lecet karena terserempet mobil pemadam kebakaran tersebut. Dan setelah dihitung kerugiannya di atas Rp1 juta.

Pihak pengemudi mobil pemadam kebakaran tersebut tidak bersedia jika harus membayar perbaikan mobil Avanza sebesar Rp1 juta. Agar terjadi titik temu maka kesepakatan ganti rugi adalah sebesar 50 persen dari kerugian.

"Jadi itu bukan polisi atau rencana polisi. Rp500 ribu itu kesepakatan kedua belah pihak," kata Anton.

Bahkan pihak kepolisian pun berinisiatif untuk membantu mengganti spion mobil Toyota Avanza tersebut dengan alasan kemanusiaan di mana petugas pemadam kebakaran

hanya menjalankan tugas yang telah menjadi kewajibannya.

"Jadi kita malah membelikan spion baru," ujarnya.

Pengemudi Avanza Tidak Dengar Sirine Pemadam Kebakaran

Dalam pertemuan tersebut semua pihak melakukan klarifikasi mulai dari kronologis termasuk ada backingan dari seorang perwira. Beberapa fakta terungkap dalam pertemuan yang digelar di Mapolres Gunungkidul, Minggu (16/5/2021) siang.
Dalam pertemuan tersebut semua pihak melakukan klarifikasi mulai dari kronologis termasuk ada backingan dari seorang perwira. Beberapa fakta terungkap dalam pertemuan yang digelar di Mapolres Gunungkidul, Minggu (16/5/2021) siang.

Pengemudi mobil Avanza Ahmad Ngirfani yang terserempet mobil pemadam kebakaran mengaku tidak mendengar suara sirine. Namun mereka mendengar suara rombongan mobil tersebut dari sirine ambulans yang berada di barisan paling belakang mobil pemadam kebakaran.

Galih, kakak pengemudi mobil Avanza itu mengatakan, saat kejadian dirinya berada tepat di depan mobil Avanza milik adiknya. Saat itu rombongan 5 mobil termasuk dirinya dan adiknya yang dikendalikan belok ke kanan menuju ke sebuah warung makan.

"Saya berada di mobil keempat dan adik saya yang mobilnya terserempet berada di barisan paling belakang," paparnya.

Saat itu mobil paling depan sudah memberi tanda tangan dan lampu sens ke kanan dan sudah mulai berbelok. Namun urung berbelok karena ada rombongan mobil pemadam kebakaran beserta ambulans. Secara otomatis mobil di belakangnya juga berhenti termasuk dirinya dan adiknya.

Galih mengaku ia sama sekali tidak mendengar suara sirine mobil pemadam kebakaran yang didengarnya justru sirine dari ambulans yang berada di barisan paling belakang. Pada saat itu Galih mengklaim tidak membunyikan musik di dalam mobil.

"Saya yakin adik saya juga tidak mendengar sirine pemadam kebakaran," tambahnya.

Ahmad Ngirfani juga mengaku sudah berhenti di lajur kiri bahkan agak ke dalam atau tidak berada di tengah bahkan menjorok ke jalur berlawanan. Dirinya heran mengapa mobilnya masih terserempet mobil pemadam kebakaran tersebut.

"Kami sudah berhenti di sebelah kiri bahkan tidak di tengah tapi condong ke kiri. Tetapi masih tersenggol," katanya.

Sementara itu, Jarwan mengaku juga telah menjalankan prosedur yang ditetapkan ketika mengemudi dalam keadaan darurat. Tak hanya sirine yang dibunyikan, ia juga telah menggunakan lampu utama, lampu rotary atau juga lampu kedip kiri kanan.

Jarwan bersedia mengambil lajur kanan karena sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan ketika keadaan darurat mengejar sampai lokasi kebakaran.Ssaat di lokasi memang ada 5 mobil berjajar menuju sebuah warung makan.

"Jarak 20 meter sebelum sampai ke rombongan mobil itu saya sudah ambil lajur kanan untuk menyalip. Dari depan arah berlawanan sudah berhenti karena melihat dan mendengar suara sirine kami. Saya malah tidak tahu kalau telah menyerempet," terangnya.

Jarwan mengaku baru melihat kejadian tersebut usai melakukan tugasnya memadamkan api pada peristiwa kebakaran di Jragum Semanu.

"Kami terus dimediasi di Polsek dan Polres. Kami sudah sepakat ganti rugi dan masalah sudah selesai," tandasnya.

Backing Perwira TNI

Galih, kakak Ahmad Ngirfani, pengemudi mobil Toyota Avanza sempat menyebutkan ada perwira yang membackingi keluarganya saat cekcok insiden tersebut. Dirinya mengaku perwira tersebut kini bekerja di Korem 072 / PMK Yogyakarta.

Galih mengatakan, secara spontan ibunya menyebut sosok P sebagai perwira yang dimaksud. "Saya sebenarnya tidak begitu tahu sosok pak P ini. Mungkin karena ibu saya bekerja sebagai PNS di sana," kata Galih.

Belakangan Galih mengatakan, sebenarnya perwira berinisial P tidak membackingi keluarganya dalam peristiwa ini.

Fakta lainnya yang terungkap adalah mobil Toyota Avanza B 1642 KIM yang dikemudikan Ahmad Ngirfani ternyata telat membayar pajak. Hal tersebut diungkap oleh seorang netizen dalam komentar unggahan video yang viral tersebut.

Ahmad mengakui mobil tersebut memang telat membayar pajak sekitar 1 tahun. Ahmad bahkan mengakui, mobil tersebut belum lunas cicilannya dan masih berplat nomor B atau Jakarta. Rencananya Ahmad memang akan balik nama mobil tersebut atas namanya sendiri.

"Tapi karena masih kredit dan belum lunas. Maka saya prioritaskan untuk membayar cicilan terlebih dahulu. Kalau sudah lunas baru saya balik nama," katanya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus mengatakan pihaknya baru melihat kalau mobil tersebut telat membayar pajak dari unggahan warganet. Namun pihaknya tidak bisa serta merta menilang kendaraan tersebut jika tidak ada operasi patuh.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel