Sebut Polisi Korup, Miss Global Estonia Tidak akan Langsung Dideportasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Anggiat Napitupulu mengatakan warga negara (WN) Estonia Valeria Vasilieva yang menghina polisi belum tentu akan langsung dideportasi. Miss Global Estonia tersebut akan menghadapi proses hukum terlebih dahulu.

"Setiap WNA yang berada di Indonesia wajib menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk adat istiadat. Namun demikian setiap pelanggaran yang dilakukan oleh WNA tidak serta merta dideportasi, karena setiap peraturan perundang-undangan memiliki aparatur penyelenggaranya," kata Napitupulu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/5).

Ia menyebutkan, bahwa Valeria harus diproses hukum dulu baru dapat diusulkan oleh pihak Imigrasi untuk dilakukan pendeportasian ke negara asalnya.

"Dalam hal ini, harus didahulukan proses hukum oleh aparatur terkait lalu dapat diusulkan ke pihak Imigrasi untuk dideportasi," ujar Napitupulu.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan Valeria yang merupakan seorang Miss Global Estonia 2022, yang viral karena menyebut polisi di Bali korup.

Kasubdit V Cyber Crime Direktorat Reskrimsus Polda Bali, AKBP Nanang Prihasmoko mengatakan, Valeria diyakini belum keluar Bali karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

"Dia belum (keluar) Bali selama ini kita koordinasi dengan pihak Imigrasi jadi sementara masih diduga di Bali," kata Nanang.

Polisi juga melakukan penyelidikan terkait pernyataan Valeria yang menyebut polisi di Bali korup, dan menghabiskan uang turis yang datang ke Bali.

"Kita akan melakukan penyelidikan dulu kita akan olah data-datanya sesuai dengan Undang-Undang ITE di situ. Nanti bisa kita menunjukkan apa pidana atau tidak atau pencemaran terhadap institusi atau terhadap pribadi, kita menyelidiki dulu sebelum menyimpulkan hal tersebut," imbuhnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel