Sebut Trump "melenceng" dari Konstitusi, Colin Powell pilih Biden

Oleh Joseph Axe dan Susan Heavey

WASHINGTON (Reuters) - Mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell pada Minggu menyatakan mendukung calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, bergabung dengan gerakan suara yang terus meningkat dari para pemimpin Partai Republik dan militer yang mengkritik Presiden Donald Trump yang berasal dari Partai Republik, di tengah unjuk rasa nasional.

Powell, seorang Republiken yang memimpin militer AS selama Perang Teluk 1991 di Irak di bawah Presiden George H.W. Bush dan kemudian mengepalai Departemen Luar Negeri di bawah Presiden George W. Bush, mengatakan Trump "berbohong sepanjang waktu" dengan "melenceng" dari Konstitusi AS dan menimbulkan bahaya bagi demokrasi Amerika.

"Saya tidak bisa mendukung Presiden Trump tahun ini," kata Powell, yang tidak memilih presiden dari Republik itu pada Pemilu 2016, kepada CNN. Trump merespons dengan menyebut Powell "benar-benar kaku" di Twitter.

Kecaman itu muncul ketika negara itu menghadapi trio krisis: unjuk rasa yang meluas atas kekerasan polisi terhadap kaum kulit hitam, pandemi virus corona dan penurunan ekonomi yang tajam. Sangat jarang Partai Republik mengkritik Trump secara langsung, dan terlebih lagi bagi anggota militer, yang biasanya tidak ikut campur dalam politik.

Mantan menteri pertahanan Trump, Jenderal Purnawirawan Jim Mattis, pekan lalu mengecam apa yang disebutnya upaya Trump dalam memecah belah negara. Mantan ketua Kepala Staf Gabungan Michael Mullen dan Martin Dempsey juga mengkritik penanganan Trump atas kerusuhan itu.

Senator dari Partai Republik Lisa Murkowski mengatakan pekan lalu bahwa dia kesulitan apakah harus mendukung Trump terpilih kembali, sedangkan Senator Republik Mitt Romney memuji kata-kata Mattis.

New York Times melaporkan pada Sabtu bahwa George W. Bush tak akan memilih Trump, mengutip sumber-sumber yang dekat dengan satu-satunya mantan presiden dari Partai Republik yang masih hidup itu.

Banyak Republiken kini mengkritik Trump juga tidak memilihnya pada 2016.

Tim Murtaugh, juru bicara kampanye Trump, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Presiden Trump memiliki rekor dukungan dalam Partai Republik, namun pemujaan media Beltway liberal memikat dan sangat menarik bagi beberapa orang dalam DC (Washington DC)."