Sebutan untuk Busyro dari Ngabalin hingga Mandi Direkam Diam-diam

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kisruh pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, ke Busyro Muqoddas yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia bikin penasaran pembaca VIVA. Artikel mengenai hal itu jadi terpopuler Jumat, 14 Mei 2021.

Artikel terpopuler kedua adalah heboh salah satu pengunjung hotel kapsil di Jakarta Pusat yang direkam saat mandi. Kemudian terpopuler ketiga yaitu artikel mengenai respons Lembaga Bantuan Hukum PP Muhammadiyah terhadap pernyataan Ngabalin ke Busyro.

Kemudian, artikel terpopuler keempat adalah pernyataan lengkap Ngabalin yang dinilai tak pantas ke Busyro. Selanjutnya, ketegasakan Menhub Budi yang menyebut PT KCI tidak profesional jadi sorotan pembaca VIVA.

1. Sikap Ngabalin Sebut Busyro 'Otak Sungsang' Rusak Citra Jokowi

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, menganggap apa yang dilakukan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, merusak citra Presiden Joko Widodo yang santun. Ini terkait pernyataan Ngabalin yang menyebut otak sungsang ke Busyro Muqoddas.

Busyro adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kritikan Busyro adalah terkait kondisi KPK saat ini, yang menurutnya justru mati di era Presiden Jokowi.

Ngabalin yang tidak terima dengan kritikan Busyro, yang sempat menjadi Ketua KPK itu, menyatakan bahwa statement tersebut dengan sebutan otak sungsang. Hingga pimpinan Muhammadiyah lain seperti Anwar Abbas mengkritik balik Ngabalin, tapi diresponnya dengan keras juga.

Baca selengkapnya

2. Cerita Korban Direkam Diam-diam Saat Mandi di Hotel

Aksi perekaman diam-diam saat mandi, dialami salah satu pengunjung hotel kapsul yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Pengalaman itu diceritakan korban melalui akun twitter @bukaniqbaalee dikutip Jumat 14 Mei 2021.

Pria pemilik akun tersebut mengaku kaget karena baru kali ini ia menjadi korban pelecehan seksual. Dia menjelaskan, pada 11 Mei 2021 ia memilih menginap di hotel kapsul. Lokasinya menurut dia, tidak jauh dari kantor sehingga dia bisa berjalan kaki keesokan harinya. Dia juga bisa mengerjakan tugas dengan lebih baik.

Baca selengkapnya

3. LBH Muhammadiyah: Ali Ngabalin Tidak Penting dan Unfaedah

Lembaga Bantuan Hukum PP Muhammadiyah merespons pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dengan santai. Ketua Bidang Ligitas LBH Muhammadiyah, Gufroni, menyebut Ali Ngabalin tidak penting.

Dia menyampaikan demikian sebagai tanggapan atas pernyataan Ali yang sebelumnya menyebut otak sungsang ke tokoh Muhammadiyah, Busyro Muqoddas. Ucapan itu pula disampaikan Ngabalin kepada Busyro sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Ngabalin bicara seperti itu karena adanya kritik pedas Busyro mengenai KPK yang mati di era Presiden Jokowi.

Baca selengkapnya

4. Tuding Busyro 'Otak Sungsang' Pemuda Muhammadiyah Kritik Ngabalin

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, melayangkan kritiknya kepada Ketua PP Muhammadiyah yang juga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M.Busyro Muqoddas.

Ali bahkan menyebut dengan istilah 'otak sungsang'. Ujaran Ngabalin itu, dianggap tidak etis. Hingga kemudian, Ketua PP Muhammadiyah yang lain Anwar Abbas, balik mengkritik Ngabalin.

Busyro mengkritik kondisi KPK saat ini. Sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Busyro mengatakan KPK tamat di era Presiden Joko Widodo. Hal ini tentu merujuk pada kondisi komisi antirasuah saat ini pasca 75 pegawai dinonaktifkan karena dianggap tidak lulus tes wawasan kebangsaan. Termasuk diantaranya penyidik senior Novel Baswedan dan penyidik berprestasi lainnya.

Baca selengkapnya

5. Penumpang KRL Menumpuk, Menhub: KCI Tidak Profesional

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi geram. Dia menilai PT Kereta Commuter Indonesia (KCI ) tidak profesional. Ada Apa?

Sikap Budi itu menyusul terjadinya kepadatan penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter pada masa Lebaran ini. KCI dinilai Menhub tidak profesional sehingga terjadi penumpukan dan berpotensi menjadi kluster COVID-19.

Baca selengkapnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel