Secara Aklamasi Yenny Terpilih Pimpin PKB  

TEMPO Interaktif, Surabaya - Yenny Wahid secara aklamasi akhirnya terpilih menjadi ketua dewan tanfidz Dewan engurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) versi Gus Dur periode 2010-2015. Proses pemilihan yang berakhir hingga pukul 02.30 dini hari tadi (27/12) juga memilih Kiai Ahmad Syahid dari ponpes Alfalah Cisalengka Jawa Barat sebagai Ketua Dewan Syuro.

Imron Rosyadi Hamid, Ketua Pelaksana Muktamar mengatakan, proses terpilihnya Yenny dilakukan secara aklamasi setelah 29 dari 33 Dewan Pengurus Wilayah se-Indonesia menghendaki Yenny untuk memimpin partai berlambang bintang sembilan ini.

Selain Yenny, Dewan Pengurus Wilayah Kalimantan Selatan sebenarnya menyebut nama Rosehan, mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan sebagai calon, selain itu dua DPW abstein. "Secara otomatis karena ada 29 yang menginginkan Mbak Yenny, langsung aklamasi," kata Imron.

Sedangkan proses terpilihnya Kiai Ahmad Syahid dari pondok pesantren Alfalah Cicalengka Jawa Barat sebagai Ketua Dewan Syuro juga dilakukan secara aklamasi. Selain Kiai Ahmad, dalam proses pemilihan Dewan Syuro juga muncul nama Tuan Guru Turmudzi, Kiai Dadang, serta Gus Yusuf Kudlori dari Jateng. "Tapi mayoritas Muktamirin menghendaki Kiai Ahmad Syahid," kata Imron.

Proses Muktamar sendiri berjalan cepat karena laporan pertanggungjawaban DPP diterima secara bulat oleh mayoritas Muktamirin. Sekedar diketahui, Kiai Ahmad Syahid dari pondok pesantren Alfalah Cicalengka Jawa Barat dulu juga pernah menjabat sebagai salah satu Dewan Syuro dibawah Gus Dur. Kiai yang hafal Al-Qur'an ini saat ini mengasuh sekitar 10 ribu santri penghafal Al-Quran.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.