Sederet Alasan Harga Daging Ayam Naik di Surabaya

·Bacaan 2 menit

VIVAHarga daging ayam sempat naik di Kota Surabaya, Jawa Timur, menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, sejak Jumat, 14 Mei 2021. Selain karena tingginya permintaan, harga naik karena beberapa faktor lain. Namun, setelah hari H, harga mulai turun dan normal.

Berdasarkan hasil pengawasan Satuan Tugas Pangan Jatim, setidaknya empat faktor harga daging ayam sempat naik di hari Lebaran.

Pertama, adanya kebijakan pemerintah membatasi penangkaran ayam potong atau cutting HE 10-20 persen. Kebijakan itu dikeluarkan guna menstabilkan anjloknya harga daging ayam potong pada Februari lalu.

Kedua, selama libur Hari Raya Idul Fitri, banyak pekerja perusahaan pemotongan ayam yang diliburkan secara bergilir. Penyuplai ayam potong di pasar tradisional juga banyak yang meliburkan pekerjanya. Jika pun ada yang tetap bekerja, mereka meminta upah dua kali lipat daripada hari normal.

Ketiga, beberapa bulan terakhir terjadi cuaca ekstrem sehingga banyak kandang ayam peternak tradisional yang rusak akibat hujan dan angin kencang. Tiga kondisi itu menyebabkan stok daging ayam lebih sedikit dibandingkan angka permintaan, terutama menjelang dan saat Lebaran.

Di sisi lain, kebijakan larangan mudik menyebabkan tingginya permintaan di pasar-pasar Surabaya.

"Ada fakta meningkatnya permintaan ayam potong untuk Lebaran tahun ini karena ada kebijakan larangan mudik," kata Ketua Satgas Pangan Jatim Komisaris Besar Polisi Farman.

Namun, dia menegaskan, harga daging ayam saat ini sudah turun lagi dan mulai normal. Berdasarkan hasil pantauan Satgas Pangan Jatim sejak Jumat hingga Senin, 14-17 Mei 2021, secara berlangsung harga sudah turun di Pasar Wonokromo Surabaya.

Pada Jumat dan Sabtu, 14-15 Mei 2021, harga daging ayam sebesar Rp50 ribu per kilogram. Minggu, 16 Mei 2021, harga turun lagi menjadi Rp45 ribu per kilogram. Dan pada Senin ini, 17 Mei 2021, harga daging ayam turun lagi menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam di Transmart Ngagel stabil di Rp35 ribu per kilogram.

Fakta tersebut mengindikasikan seiring dengan pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dengan kembalinya rutinitas masyarakat, harga daging ayam potong berangsur kembali normal," ujar Farman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel