Sederet Alasan yang Bikin Gairah Seksual Meningkat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gairah seksual atau yang dikenal dengan istilah libodo merupakan keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual dengan pasangannya.

Bagi pasangan yang menikah, mungkin bertanya-tanya tentang gairah seksual yang 'on-off'. Namun nggak jarang, dorongan seksual itu tiba-tiba meningkat. Apa yang memengaruhinya?

Paling utama yang harus diketahui, gairah seksual meningkat, dipengaruhi karena rangsangan. Dalam prosesnya, rangsangan itu meningkatkan hormon seks estrogen (pada wanita) dan progesteron (pada pria).

Bagi wanita misalnya, gairah seksual meningkat sejalan dengan terjadinya peningkatan pada kadar estrogennya sebelum dan selama ovulasi. Selain itu, ada alasan lainnya lho. Yuk simak uraiannya seperti dikutip laman Insider berikut ini:

Pubertas dan Usia Matang

Umumnya dorongan seksual ini lebih tinggi dirasakan oleh orang dewasa. Pada pria misalnya, kadar testosteronnya meningkat 10 kali lipat di masa remaja.

Sebaliknya, bagi wanita paruh baya kemungkinan libido mereka bisa lebih tinggi dibandingkan wanita muda. Hal itu diungkapkan dalam studi pada 2010.

Responden wanita dewasa berusia 27-45 tahun menunjukkan bahwa mereka cenderung memikirkan aktivitas seksual, fantasi seksual, dan kehidupan seks yang lebih aktif, dibandingkan wanita usia 18-26 tahun.

Olahraga

Salah satu alasan libido tinggi karena adanya peningkatan aktivitas fisik, termasuk faktor penurunan berat badan. Sebuah studi pada 2018 mengungkapkan hubungan positif antara kebugaran fisik dan dorongan seks yang lebih tinggi.

"Aktivitas fisik dapat membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan tubuhnya. Hal itu berpengaruh pada peningkatan citra diri," demikian dijelaskan Sex and Relationship Therapist, Kamil Lewis.

Fakta lainnya, para peneliti menemukan bahwa gairah seksual wanita dipengaruhi juga oleh daya tahan kardiovaskular.

Hubungan yang Sehat

Peningkatan libido terjadi karena mereka merasa telah melakukan aktivitas seksual dengan orang yang tepat.

"Jika (seks) adalah pengalaman yang baik dan menyenangkan, maka hal itu akan membuat seseorang ingin melakukannya lebih dari itu. Sebaliknya, jika ada pengalaman buruk dan nggak menyenangkan, mereka enggan melakukan seks lagi," jelas Obgyn, Tamika K Cross.

Nggak Dalam Kondisi Stres

Tingkat stres yang tinggi, akan melepaskan lebih banyak hormon kortisol yang berdampak negatif terhadap libido. Sebaliknya, libido dapat meningkat ketika seseorang sedang nggak mengalami tekanan dan stres.

Nah, ketika kamu sedang dalam situasi dan kondisi yang 'damai' sekarang saatnya untuk kembali bermesraan dengan suami atau istri. Hal tersebut tentu baik, apalagi jika kamu sedang menjalani program kehamilan.

Manfaatkan gairah seksual sebagai hal positif dan lakukan tanpa paksaan. Seperti dijelaskan di poin pertama bahwa gairah seksual wanita meningkat sebelum dan selama ovulasi.

Untuk mengecek ovulasi, kamu bisa menggunakan produk ovulation test kit sebagai #AndalanTepatTerpercaya. Selain hasil lebih cepat dan praktis, hasilnya 99,9% akurat dan sekali test hasil mudah dibaca.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel