Sederet Fakta Penyanyi Ashanty Positif Covid-19, Ada Autoimun dan Karantina di RS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Ashanty dikabarkan positif COVID-19 sepulang berlibur dari Turki bersama keluarganya.

Kabar ini beredar setelah Ashanty tiba di Jakarta dan melakukan tes PCR, dan diketahui dia positif COVID-19 dan langsung menjalani karantina di hotel.

Muncul juga kabar yang menyebutkan jika Ashanty positif COVID-19 varian Omicron.

Diketahui, unggahan di media sosial menunjukkan Ashanty bersama keluarga besar tiba di Jakarta pada Kamis, 6 Januari 2022.

Simak sederet fakta tentang Ashanty

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Proses Pemeriksaan

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kondisi Ashanty saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

"Memang ada Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), salah satunya inisial A, saat entry test didapatkan hasil PCR positif COVID-19 dan saat ini, sedang menjalani karantina di hotel karantina," kata Nadia melalui pesan singkat yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 7 Januari 2022.

Pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan luar negeri, termasuk berinisial A dengan metode PCR S-Gene Target Failure (SGTF) untuk mendeteksi kemungkinan varian Omicron. Selanjutnya, dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS), apakah benar Omicron atau tidak.

"Sesuai prosedur yang ada, semua kasus positif PPLN, kita lakukan pemeriksaan SGTF dan WGS untuk memastikan variannya," kata Nadia.

"Saat ini, sedang dalam proses pemeriksaan keduanya (SGTF dan WGS)," lanjutnya.

Kemenkes RI Ungkap 8 Orang Rombongan Ashanty Positif COVID-19

Kemenkes mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengkonfirmasi kabar Ashanty positif COVID-19 dengan varian COVID-19.

"Belum Omicron ya, masih diperiksa," kata Nadia kepada Health Liputan6.com pada Jumat siang, 7 Januari 2022.

Nadia juga mengungkapkan, ada penambahan tujuh orang dari rombongan Ashanty yang dinyatakan terinfeksi Virus Corona. "Total 8," ungkapnya.

Siti Nadia Tarmizi juga menjelaskan upaya penanganan pelaku perjalanan dari luar negeri dengan melakukan isolasi terpusat atau tempat karantina terpusat yang telah ditunjuk Pemerintah. Hal ini termasuk mendeteksi kemungkinan Omicron.

"Untuk melokalisir Omicron, Pemerintah mengambil kebijakan, semua kasus positif COVID-19 harus melakukan isolasi terpusat di rumah sakit atau Wisma Atlet," terang Nadia.

Terdeteksi Positif COVID-19 Saat di Hotel Karantina

Kali ini, Ashanty tampil lebih bold busana nuansa warna army. Mulai dari coat dan syal. Untuk sepatu, ia memilih boots cokelat. (Instagram/ashanty_ash).
Kali ini, Ashanty tampil lebih bold busana nuansa warna army. Mulai dari coat dan syal. Untuk sepatu, ia memilih boots cokelat. (Instagram/ashanty_ash).

Menurut Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Hery Trianto, memang ada beberapa tahap yang harus dilalui terlebih dahulu saat seseorang pulang dari luar negeri.

Karena hal itulah Ashanty baru mengetahui kabar bahwa dirinya positif COVID-19 saat tengah melakukan karantina di hotel, sebelum akhirnya dibawa untuk isolasi di rumah sakit.

"Untuk menghindari penumpukan di bandara (karena hasil PCR perlu beberapa jam) penumpang dibawa ke hotel karantina," kata Hery dalam keterangannya melalui pesan singkat, dikutip Jumat (7/1/2021).

"Jadi sebagian besar hasil PCR memang didapat saat pelaku perjalanan sudah di hotel karantina. Setelah ada hasil, ya dipisahkan," jelasnya.

Punya Autoimun, Ashanty Jalani Karantina di RS

Setelah mendapati kabar dirinya positif COVID-19 Ashanty memilih menjalani isolasi di rumah sakit.

Dalam akun Instagram pribadinya, @ashanty_ash, ia mengatakan telah mengambil tes PCR sebanyak 2 kali di Istanbul ketika mau pulang, dan mendapati hasil negatif di hotel maupun di bandara.

"Akhirnya sampai hotel karantina saya menunggu hasil PCR dari bandara ternyata positif," tulis Ashanty dalam postingannya di Instagram, Jumat (7/1/2022).

"Langsung saya ke RS untuk karantina di RS yang sudah disetujui oleh tim satgas (satuan tugas) COVID. Dikarenakan saya punya penyakit autoimun dan demi keselamatan bersama saya isolasi di RS," lanjutnya.

"Alhamdulillah belum merasakan gejala berat, namun saya tetap menjalankan prosedur sesuai kesehatan saya yang punya penyakit bawaan, dan agar tidak menyebarkan pada orang lain," terang Ashanty.

"Sehingga saya tidak karantina mandiri ataupun di hotel karantina, melainkan di RS," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel