Sederet Kesaksian di Persidangan yang Patahkan Skenario Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Skenario Ferdy Sambo runtuh. Cerita tembak menembak antar ajudan, Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Bhara E alias Richard Eliezer hanya alibi yang dibuat menutupi peristiwa pembunuhan Yosua yang sebenarnya.

Alibi Ferdy Sambo kembali dipatahkan oleh sejumlah keterangan saksi di persidangan. Mulai dari tes PCR hingga rumah dinas di Komplek Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan yang disebut-sebut sebagai lokasi isolasi mandiri (Isoman).

Berikut keterangan saksi-saksi yang mematahkan alibi Ferdy Sambo:

1. Ferdy Sambo Tak PCR

Skenario:
Dalam skenario, Ferdy Sambo menyebut dirinya sempat 'mampir' ke rumah pribadi di Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan untuk melakukan Tes PCR sebelum Brigadir J tewas. Karena usai bepergian dari Magelang, Jawa Tengah.

Fakta persidangan:
Namun, fakta lain diungkap tenaga kesehatan dari Smart Co Lab yakni Nefi Afrilia. Ia menyebut, pada tanggal 8 Juli 2022 atau hari dimana Brigadir J tewas ditembak, Ferdy Sambo tidak ikut tes PCR.

Nevi menyebutkan Putri Candrawathi, Susi, Richard Eliezer dan Yoshua, menjalani tes PCR.

2. Waktu penembakan Brigadir J

Skenario:
Dalam skenario Ferdy Sambo, Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat tewas ditembak pada 8 Juli 2022, sekira pukul 17.00.

sosok brigadir j terekam cctv di rumah dinas sambo
sosok brigadir j terekam cctv di rumah dinas sambo

©2022 Merdeka.com

Fakta persidangan:
Faktanya, kamera CCTV menangkap keberadaan Brigadir J masih sehat walafiat pada jam tersebut. Hal itulah yang membuat AKBP Arif Rachman bergetar saat menyaksikan rekaman CCTV.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memperlihatkan potongan rekaman CCTV ketika Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Potongan gambar itu memperlihatkan Brigadir J ada di taman. Mengacu dari jam yang tertera pada layar CCTV, saat itu pukul 17.12 Wib tanggal 8 Juli 2022. Bersamaan dengan hari Brigadir J ditemukan tewas ditembak.

3. Rumah Dinas Ferdy Sambo bukan Lokasi Isoman

Skenario:
Ferdy Sambo menyebut dalam skenarionya, istri dan para ajudan yang telah tes PCR di rumah Saguling lantas geser ke rumah dinas untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman). Rumah dinas Ferdy Sambo disebut-sebut biasa dijadikan tempat isoman keluarganya usai bepergian.

Fakta persidangan:
Hal itu dibantah Bharada Richard Eliezer alias Bharada E. Bharada E juga menceritakan keberadaan ajudan di rumah Sambo di Jl Bangka. Menurutnya, rumah itu pernah dijadikan tempat isolasi.

"Mohon izin yang mulia, beberapa waktu lalu beberapa bulan lalu Saudara FS ini terkena terpapar Covid-19 setelah saya terkena covid. Dan ada beberapa ajudan yang terkena covid lalu setelah itu Saudara FS kena covid juga," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10).

"Dan untuk isolasinya dilaksanakan di kediaman Bangka Yang Mulia, setelah saudara FS terkena covid, setelah itu anaknya perempuan kena covid juga. Dan isolasinya juga di Jalan Bangka dan tidak pernah ada isolasi Duren Tiga," sambung Bharada E.

4. Tidak Ada Tembak Menembak

Skenario:
Ferdy Sambo menyusun skenario. telah terjadi tembak menembak antar ajudannya, Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Komplek Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Fakta persidangan:
Faktanya, dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), tidak ada peristiwa tembak menembak. Melainkan, Bharada E yang menembak Brigadir J. Tanpa perlawanan dari Brigadir J.


5. Tidak Ada Pelecehan di Duren Tiga

Skenario:
Dalam skenario Ferdy Sambo, baku tembak terjadi usai Bharada E memergoki Brigadir J yang diduga melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.

Fakta persidangan:
Faktanya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak ada peristiwa pelecehan di Duren Tiga.

[rhm]