Sederet Tantangan Pemulihan Ekonomi di Berbagai Penjuru Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai pemulihan ekonomi global terbagi menjadi tiga kawasan yakni Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Ketiga kawasan tersebut memiliki tantangan yang berbeda dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.

"Kalau dilihat dari tiga kawasan Asia, Eropa dan Amerika Serikat ini mengalami tantangan masing-masing," kata Andry dalam Media Gathering Virtual Economic Outlook & Industri Kuartal II 2021, Jakarta, Rabu (19/5).

Tantangan yang dihadapi Amerika Serikat yakni terkait nilai tukar dollar dan pemulihan ekonomi yang sangat cepat. Sebab hal ini akan berdampak pada tingkat inflasi yang menjadi acuan pasar keuangan.

"Yang jadi acuan market adalah kapan The Fed akan mulai melakukan temtrin, lalu kapan suku bunga The Fed akan dinaikkan kembali," kata dia.

Sepanjang tahun ini pun isu yang berkembang seputar kepastian pemulihan ekonomi negara Paman Sam tersebut. Hal ini akan bermuara pada respon kebijakan moneter The Fed.

Dalam hal ini Amerika Serikat tidak memiliki beban penanganan Covid-19 dari sektor kesehatan. Sebab proses vaksinasi relatif berjalan dengan baik seiring dengan pengendalian penyebaran virus.

Di kawasan Eropa, tantangan yang dihadapi masih seputar penanganan Pandemi Covid-19. Awalnya ditemukannya vaksin, Eropa dengan cepat melakukan vaksinasi secara agresif. Penyebaran virus pun dapat dikendalikan.

Sayangnya kondisi ini tidak berlangsung lama karena terjadi gelombang kedua penyebab virus. Bahkan beberapa negara terpaksa kembali menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown).

"Beberapa negara di Eropa juga melakukan lockdown kembali," kata Andry.

Kondisi ini tak pelak menjadi pertanyaan baru. Akankah Eropa akan mengikuti jejak Amerika Serikat untuk mulai membuka kembali perekonomiannya agar segera pulih.

Kawasan Asia

Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sementara itu di kawasan Asia, salah satu negaranya tengah menghadapi tsunami penyebaran virus corona. India sebagai salah satu negara produsen vaksin tak mampu membendung penyebaran virus secara masif.

Tak hanya India, berbagai negara di kawasan Asia juga dengan dihadapkan masalah yang sama. Padahal sebelumnya telah mengklaim sebagai negara yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi global.

"Kondisi di Asia akhir-akhir ini malah gagal mengamankan peningkatan kasus covid di negara masing-masing," kata dia.

Melihat kondisi tersebut tak bisa dipungkiri berbagai tantangan yang dihadapi cukup beragam. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dihadapkan dengan menangani ekspetasi inflasi. Sedangkan negara lain berhadapan dengan penanganan virus.

Kekhawatiran utama dalam kondisi ini kata Andry terjadinya pemulihan ekonomi satu negara yang tinggi dan meninggalkan negara-negara lain, khusunya negara berkembang yang disibukkan dengan penanganan kasus Covid-19.

"Kekhawatiran utamanya adalah akan adanya kemudian divergence ya dari Economic recovery di perekonomian global nya sendiri. Kalau ada devergent kemudian pertanyaannya adalah Apakah kemudian respon kebijakannya akan berbeda-beda," tutur dia.

Akibatnya negara-negara berkembang harus siap menghadapi fase kenaikan suku bunga acuan global. Bila tidak siap, akan berdampak larinya modal asing dari negara berkembang seperti Indonesia. Sebab investor lebih memilih menanamkan modalnya di negara maju seperti Amerika Serikat.

"Tentu saja akan berdampak kepada pelarian modal dari negara berkembang sepetti Indonesia kepada negara maju seperti Amerika Serikat," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel