Sedih Berpisah dengan Madinah, Bahagia Segera Bertemu Makkah

Merdeka.com - Merdeka.com - Pasangan suami istri, Indrasih (48) dan Ridwan (56) tidak menyangka sudah delapan hari berada di Madinah, Arab Saudi. Sesuai ketetapan yang berlaku, jemaah yang telah delapan hari di Madinah untuk melakukan salat arbain atau salat fardu sebanyak 40 kali tanpa putus, maka akan diberangkatkan ke Makkah.

Salat Zuhur Minggu (12/6), menjadi arbain terakhir Indarsih dan suami. Keduanya sangat bersyukur, dapat menuntaskan salat Arbain. Bahkan beberapa kali mendatangi Raudhah.

"Alhamdulillah tinggal satu kali Arbain Zuhur nanti," kata wanita disapa Iin kepada Media Center Haji di Madinah.

Iin merasa sangat bersyukur sebab saat tiba di Madinah masih relatif sepi. Itu pula yang membuatnya lebih mudah menjalankan ibadah Salat Arbain dan mendatangi Raudhah.

Dia juga merasa puas atas pelayanan didapat selama berada di Madinah. Menurutnya, dari pelayanan akomodasi hingga konsumsi sangat memanjakan jemaah.

"Apalagi layanan konsumsi dengan program baru makan tiga kali sehari. Terima kasih sekali, menunya cocok, kita juga lahap makannya. Habis semua. Ada tambahan buah lagi, stok air juga sangat cukup," ungkap Iin.

Dia juga memuji kerja cepat tanggap petugas kesehatan ketika mendapat informasi jemaah sakit. Sesegera mungkin petugas tiba memberikan penanganan.

Di hari terakhirnya di Madinah, Iin menghaturkan doa. Kelak suatu saat dimudahkan langkahnya kembali mendatangi dan beribadah di Masjid Nabawi.

"Bahagia karena bisa tuntaskan ibadah Nabawi, tapi sekaligus sedih karena enggak bisa lagi lihat Nabawi karena sudah di Makkah," ucapnya terbata.

Dia berdoa semoga perjalanan ibadahnya bersama suami selama di Makkah berjalan lancar.

"Sekarang siapkan fisik, karena yang nanti kita perlukan tenaga selama si sana. Makanya tadi fokus di kamar hotel untuk packing dan istirahat," jelas Iin.

Perasaan yang sama diungkapkan Sulastri (51). Dia merasa bersyukur ibadah selama di Madinah khususnya di Masjid Nabawi berjalan lancar.

"Alhamdulillah Arbain akan selesai Ashar nanti. Kalau ke Raudhah, Alhamdulillah sudah enam kali, " katanya saat ditemui di pemondokan.

Sulastri menambahkan, pelayanan yang didapat dari panitia sangat baik. Dari penginapan, makan hingga tenaga kesehatan.

Tinggal hitungan jam Sulatrasi dan jemaah dari Kloter 1 Solo (SOC) akan meninggalkan kota Rasulullah SAW di Madinah. Perasaannya sangat campur aduk.

"Sedih akan tinggalkan Madinah, tapi senang akan melihat Makkah. Tapi terpenting saya sudah selesaikan Arbain dan Raudhah," katanya tersenyum.

Begitu juga dengan Eni. Jemaah asal Pati ini merasa senang dan sedih hari ini. Sebab dia akan menyelesaikan Arbain Zuhur nanti.

"Saya berharap bisa ke sini bersama keluarga. Tapi pingin nya pas kayak datang awal kemarin, salat masih longgar dan Raudhah masih kosong," tutup Eni. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel