Sedikitnya 65 Orang Tewas Akibat Gempa di China, Ratusan Lainnya Luka

Merdeka.com - Merdeka.com - Sedikitnya 65 orang terkonfirmasi meninggal akibat gempa yang mengguncang Provinsi Sichuan, China kemarin. Demikian dilaporkan stasiun televisi CCTV China.

Dilansir dari CNN, Selasa (6/9), gempa susulan masih terasa hari ini, kata media pemerintah, sehari setelah Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang wilayah barat daya ibu kota Sichuan, Chengdu, sekitar pukul 13.00.

Sejauh ini dilaporkan 248 orang cedera dan setidaknya 12 orang masih hilang.

Petugas penyelamat membawa warga yang terluka melewati jembatan darurat di Kabupaten Luding, dekat pusat gempa.

Menurut USGS pusat gempa berada sekitar 43 kilometer (27 mil) tenggara Kangding, sebuah kota berpenduduk sekitar 100.000 orang. Lebih dari satu juta penduduk di daerah sekitarnya diperkirakan mengalami getaran sedang setelah gempa.

Beberapa rumah rusak parah akibat gempa yang menunjukkan seluruh bangunan runtuh menjadi tumpukan batu bata dan balok kayu.

China mengaktifkan tanggap darurat Level 3 dan mengirim tim penyelamat ke Kabupaten Luding kemarin.

Sichuan, sebuah provinsi berpenduduk 84 juta orang, sudah menghadapi musim panas yang parah sebelum gempa dahsyat itu. Dalam dua bulan terakhir, provinsi ini mengalami kekeringan dan gelombang panas terburuk dalam 60 tahun.

Daerah ini rentan terhadap gempa bumi karena Sesar Langmenshan yang membentang melalui pegunungan Sichuan.

Pada 2008, gempa bumi berkekuatan 7,9 magnitudo melanda Sichuan merupakan salah satu yang paling dahsyat di Negeri Tirai Bambu. Hampir 90.000 orang tewas dan guncangan terasa di kota-kota yang jaraknya lebih dari 1.450 kilometer.

Tahun lalu gempa berkekuatan 6,0 melanda Sichuan juga menewaskan tiga orang dan melukai 60 orang.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]