Seekor Gajah Sumatera Betina Lahir di PLG SM Padang Sugihan Sumsel

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabar gembira datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan. Seekor gajah sumatera betina lahir di fasilitas itu, sehingga menambah populasi satwa yang hampir punah itu.

Bayi gajah lahir di areal PLG RKW XV SM Padang Sugihan, Rabu (13/7) pukul 05.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran morfometri diperoleh data bayi gajah itu yakni tinggi 77 cm, lingkar badan 102 cm, lingkar kaki belakang 49 cm, lingkar kaki depan 50 cm, panjang ekor 39 cm, dan panjang belalai 36 cm.

Struktur organ fisik tubuh luar, antara lain kepala sempurna, telinga kiri kanan lengkap, badan lengkap, kaki depan (kiri dan kanan) lengkap sempurna, kaki belakang (kiri dan kanan) lengkap sempurna, dan ekor sempurna.

Hadiah Hari Gajah Sedunia

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Ujang Wisnu Barata menerangkan, bayi gajah tersebut merupakan hasil peranakan dari indukan gajah betina 'Elsa' yang berumur 24 tahun 10 bulan asal Air Sugihan Jalur 18 dan indukan gajah jantan 'Gapula' berumur 31 tahun asal Talang Mante, Banyuasin. Kedua indukan merupakan gajah SM Padang Sugihan yang dirawat oleh mahout Hariyanto.

"Alhamdulillah seekor gajah Sumatera betina lahir Subuh kemarin dengan sempurna, sehat, dan lengkap. Bayi ini merupakan kado manis Hari Gajah Sedunia setiap 12 Agustus," ungkap Ujang dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (14/7).

Dia mengatakan, jumlah gajah binaan di SM Padang Sugihan saat ini sebanyak 28 ekor. Kelahiran bayi gajah Sumatera betina itu merupakan pencapaian dalam upaya pelestarian dan peningkatan populasi gajah Sumatera, khususnya di wilayah Sumsel.

"Kami sangat antusias menyambut kelahiran gajah itu. Ini pencapaian luar biasa," ujarnya.

Tambah Keragaman Genetik

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK Indra Eksploitasia menjelaskan, gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa prioritas berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SK.180/IV-KKH/2015 tentang Penetapan 25 Satwa Terancam Punah Prioritas untuk ditingkatkan populasinya sebesar 10 persen. Satwa ini merupakan hewan dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/12/2018.

"Gajah sumatera masuk dalam kategori endangered (terancam punah) menurut daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN)," kata dia.

Pihaknya mengapresiasi BKSDA Sumsel yang telah berhasil mengelola PLG SM Padang Sugihan sehingga tujuan pelestarian satwa gajah dengan meningkatkan populasi gajah dapat tercapai melalui program exsitu link to insitu. Ke depan, bakal lahir gajah-gajah lain melalui program tersebut.

"Kelahiran gajah ini dapat menambah keragaman genetik populasi di alam. Dan tentunya berharap gajah sumatera di habitat alam, khususnya di Sumsel, dapat terus terjaga," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel