Seekor Kera Mati Dijadikan Hewan Percobaan di Laboratorium Inggris

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor kera yang sedang dijadikan uji coba mati di laboratorium Inggris. Kera ini mati setelah terperangkap di balik perangkat yang tidak diperhatikan staf laboratorium. Hal ini diungkapkan Kantor Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Laporan mengungkapkan, kera itu merangkak di belakang kandangnya tapi tidak dilihat saat pemeriksaan. Akar penyebab kematian kera malang itu salah satunya disebabkan perawatan yang kurang memadai.

Ini bukan pertama kali hewan percobaan mati. Laporan Kementerian Dalam Negeri Inggris mencatat sejumlah kematian hewan uji coba dalam tiga tahun terakhir.

Dikutip dari The Independent, Kamis (3/11), empat ekor anjing pernah diberikan zat yang tidak diizinkan untuk uji coba. Selain itu 120 ekor mati ketika airnya dikuras dari tangki.

Laporan tersebut juga mengungkapkan, tulang seekor domba patah ketika kaki yang dioperasi salah. Empat ekor tikus mati setelah disuntik cairan berisi pecahan penggiling. Lima ekor kelinci ditinggalkan tanpa air selama lebih dari 45 jam dan 1.300 ekor ikan mati saat air di tangki ditambahkan klorin.

Laporan Unit Regulasi Ilmiah Hewan itu mencakup insiden pada 2019 dan 2021. Laporan itu juga menyoroti bagaimana kasus kegagalan pekerja dalam memberikan perawatan yang memadai, di mana pada 2021 kasusnya naik hampir dua kali lipat menjadi 34, dibandingkan 18 kasus pada 2020, turun dari 31 pada 2019.

Jumlah hewan dalam kasus kegagalan untuk mematuhi hukum atau persyaratan lisensi lebih dari dua kali lipat antara 2019 dan tahun lalu dari 1.600 menjadi 3.400, setelah sedikit turun pada tahun 2020 menjadi 1.410.

Laporan tersebut tidak menyenutkan laboratorium mana tempat insiden terjadi. Namun seperti diketahui, banyak kampus dan perusahaan swasta melakukan uji coba pada hewan.

"Kami meminta regulator memberikan keadilan bagi hewan-hewan ini dan menegakkan hukum dengan adil," kata Kerry Postlewhite dari Cruelty Free International. [pan]