Seekor Kuda Mati saat Prosesi Ritual Adat Puter Kayun di Banyuwangi

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor kuda mati di tengah prosesi ritual puter kayun yang digelar masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Rabu (11/5). Kuda tersebut milik Atim, warga Kelurahan Boyolangu yang digunakan sebagai alat ritual puter kayun dan mati di tengah Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Puter kayun merupakan sebuah tradisi turun temurun masyarakat Boyolangu yang digelar setiap 10 Syawal. Dilakukan dengan menunggangi dan mengarak kuda dari Boyolangu hingga kawasan wisata Watu Dodol.

Jarak yang ditempuh cukup panjang, yakni sekitar 15 kilometer dengan rute pulang pergi. Satu kuda mati di tengah perjalanan diduga kuat akibat kelelahan menempuh rute puter kayun.

"Kuda itu diduga kelelahan dan akhirnya mati ditempat," kata Ketua Adat Napak Tilas Puter Kayun Boyolangu, Abdalah.

Tidak hanya itu, satu kuda lainnya sempat terlihat lemas dan kelelahan, lalu akhirnya tumbang sebentar, beruntung sang kusir berhasil menanganinya.

"Jadi ada satu kuda mati, dan satu kuda yang tak sadarkan diri atau lemas," ujarnya.

Ritual napak tilas puter kayun ini merupakan tradisi turunan yang telah digelar berpuluh tahun silam yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat Boyolangu kepada Tuhan.

Selain itu juga menjadi pengingat perjuangan dari leluhur setempat, yakni Buyut Jakso atau yang dikenal Ki Martojoyo.

Di mana Buyut Jakso telah memberikan banyak peninggalan yang hingga kini manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel