Seera Safira, Presenter tvOne yang Gila Baca

Syahdan Nurdin
·Bacaan 4 menit

VIVA – Tak banyak wartawan yang suka baca buku. Tapi presenter tvOne yang satu ini memang berbeda. Seera Safira yang sudah 13 tahun bekerja di dunia jurnalistik tetap menjaga hobinya itu.

Seera Safira menyukai dunia jurnalistik sejak kecil. Saat umurnya 5-6 tahun, ia ekspresikan keinginannya itu ketika menonton ayahnya yang sedang tampil di tv.

Sambil berdiri di depan tv dan sesekali menengok ke belakang menyaksikan ayahnya, Seera bertanya-tanya dalam hatinya bagaimana ya caranya bisa masuk tv. "Lucu ya, kecil-kecil udah mikir seperti itu," kenang Seera, Kamis, pekan ini.

Ayahnya bernama John Halmahera seorang jurnalis idealis, pengamat sepak bola, dan pernah menjabat direktur media di PSSI. Ayahnya berpikiran maju begitu juga dengan ibunya seorang pendidik.

Tak heran, bila sejak kecil Seera hobi membaca buku. Koleksinya banyak. Satu lemari buku penuh. Kalau lagi liputan sambil nunggu nara sumber, Seera bisa menghabiskan satu buku.

Seera sangat menyukai buku-buku novel, biografi, politik. Buku yang terakhir dibacanya buku Michelle Obama "Becoming" dan Jodi Picoult "House Rules".

Saking banyak baca buku bepengaruh pada kesehatan matanya. "Ya, gitu deh minusnya juga gede karena malam-malam baca sambil tiduran, jangan diikuti baca sambil tiduranya hahha," ujar Seera yang juga gemar nonton film genre, horor, science fiction, drama, dan thriller.

Perempuan kelahiran 15 November 1983, Jakarta ini agak unik. Ia super tomboi. Seera selalu senang ikut olahraga beladiri, sebut saja tapak suci, merpati putih, dan capoeira.

"Sekarang lagi suka yoga atau zumba. Hari-hari pakenya sneakers kecuali siaran," jelas Seera yang saat kuliah pernah freelance di Metro TV dan PKL di Antv.

Seera lulus kuliah dengan predikat cumlaude dari jurusan Jurnalistik, Fakultas Komunikasi, Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta, pada 2006.

Ia kemudian bergabung di tvOne pada bulan Agustus 2007 yang saat itu masih bernama Lativi yang sedang transisi menjadi tv berita. Pada Februari 2008, resmi menjadi tvOne.

Di sinilah Seera membangun karier jurnalistiknya. Mulai jadi reporter hingga presenter tvOne.

Tentu banyak pengalaman yang ia dapat saat liputan di lapangan. Seera sendiri pernah menjadi wartawan Istana Presiden dan Wakil Presiden. Banyak cerita menarik yang ia alami.

Saat ditugaskan meliput kegiatan Megawati Soekarno Putri, Seera sampai dikenal dengan sebutan Anak Ibu Mega. Karena Seera menempel terus ke mana Megawati pergi. Ia punya tugas khusus memantau aktivitas orang Indonesia nomor satu saat itu.

Selain itu, berkat kegigihannya di lapangan, Seera juga berhasil wawancara Jaksa yang tengah berperkara dugaan korupsi, yaitu jaksa Urip Tri Gunawan dan Untung Udji Santoso.

Tak hanya itu, Jaksa Agung Hendarman juga bersedia berbicara soal skandal korupsi jaksa. Ini adalah pertama kali Jaksa Agung Hendarman tampil di tv, dan tampil di tvOne.

"Asli seneng banget saat itu apalagi yang wawancara langsung Jaksa Agung-nya Pak Karni. Jadi aku inget banget saat Pak Hendarman bilang Pak Karni, reporternya ini gigih banget loh, saya kalau ditanyain dia dicecer mulu wakakak," cerita Seera.

Cerita lain yang tidak bisa dilupakan adalah Liputan teroris di Bandung, penangkapan Abu Bakar Ba'syir di Banjar Jawa Barat pada Agustus 2010.

Tak kalah serunya, liputan demo kenaikan BBM berujung ricuh pada masa Presiden SBY. Liputan dan live report dari pukul 05.00 subuh, lanjut sampai besok pukul 04.00 subuh di DPR.

Di sini, Seera menyaksikan kerusuhan di DPR, tembak-menembak, seperti kota mati di Semanggi, Jakarta. "Ini juara liputan terlama hahaha, tapi berhasil menyaksikan sejarah, jadi orang pertama yang tahu peristiwanya dan sampein faktanya ke seluruh penonton tvOne," kenangnya.

Setelah matang di lapangan, Seera pun kariernya mulai naik kelas. Ia jadi presenter tvOne. Di sini, ia membawakan sejumlah prorgam tvOne.

Salah satu programnya, Program Menyikap Tabir mendapatkan penghargaan Panasonic Gobel Awards, dan presenternya Seera Safira.

Kini untuk menyaksikan Seera Safira sebagai presenter tvOne dapat ditonton di Program Cerita Kita (Kamis-Jumat), Kabar Pasar (Senin), dan Kabar Petang (Sabtu-Minggu).

Bagi Seera, kesuksesannya di jurnalistik tak lepas dari peran bantuan tim tvOne yang banyak mendorong dan saling membantu baik saat di lapangan maupun di studio.

Selain itu, peran orangtua juga tak kalah pentingnya. "Almarhum papa dan almarhumah ibu. Itu mentor terbaik banget, karena mereka, Seera Safira bisa kaya gini. Jadi 2020 itu tahun terberat karena dalam waktu 84 hari kehilangan mentor terbaik, papa meninggal Maret, ibu nyusul Mei," kenang Seera.

Kini Seera begitu menikmati dengan profesi yang satu ini. Menjadi jurnalis baginya menyenangkan. Ia selalu merasa ingin jadi bagian dari sejarah dari berbagai peristiwa yang terjadi.

"Kalau mau sukses jadi jurnalis jangan pantang menyerah, harus cerdas, belajar selamanya, dan tidak boleh sombong. Layar itu jahatnya bisa bikin manusia sombong dan jadi males belajar, kalau udah begini, di situlah awal kegagalan," jelas Seera Safira.