Segenap Stakeholder Utama di Industri Properti Paparkan Temuan dan Prediksi Tren Hunian Pascapandemi

·Bacaan 6 menit

Jakarta, 5 Oktober 2021 – Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia menyelenggarakan webinar yang menghimpun segenap stakeholder utama bidang properti yaitu asosiasi developer, perbankan, regulator, dan portal teknologi properti untuk mengungkap tren hunian di tengah pandemi dan prediksi pascapandemi. Webinar ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari Rumah.com & REI Property Expo dan disiarkan langsung di auditorium virtual expo.rumah.com.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan bahwa tepat sebelum diberlakukannya PPKM Darurat pada bulan Juli lalu, indeks harga sempat baik setelah mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut. Karena itu, studi ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam seperti apa perubahan sikap dan perilaku pencari hunian secara lebih mendalam.

Rumah.com Consumer Sentiment Study adalah survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei ini melibatkan 1031 responden dari seluruh Indonesia.

Temuan utama dari Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021 adalah semakin banyaknya responden yang mengandalkan portal properti untuk mendapatkan informasi tentang properti. Sebanyak 56 persen responden mengandalkan portal properti, naik dari 47 persen responden pada semester sebelumnya.

Karena Rumah.com berisi edukasi dan resource yang dibutuhkan oleh pencari rumah, kesiapan dalam pembelian properti juga meningkat. Melaui fitur seperti kalkulator simulasi KPR, makin banyak responden yang mengetahui jumlah uang yang dapat mereka sisihkan untuk cicilan. Sebanyak 75 persen responden kini tahu berapa banyak mereka mampu mengangsur, makin banyak dari periode Consumer Sentiment Study sebelumnya sebanyak 69%.

Di tengah berbagai kemudahan yang telah diberikan oleh pemerintah melalui pembebasan PPN dan berbagai promosi yang diberikan pengembang, hambatan yang dianggap semakin menonjol sekarang adalah tingginya suku bunga. Sebanyak 60 persen responden menganggap suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat ini berada pada level yang tinggi, angka ini naik dibandingkan semester sebelumnya yang dinyatakan oleh 59 persen responden. Selain itu 88% responden juga kini berharap agar pemerintah mengambil langkah untuk membantu menurunkan suku bunga.

"Masih tingginya tingkat suku bunga KPR juga mengakibatkan tingginya besaran angsuran KPR yang harus dibayar tiap bulan sehingga menjadi hambatan yang dihadapi ketika mengambil KPR. Hal ini dinyatakan oleh sekitar sepertiga responden atau sejumlah 34 persen responden," kata Marine.

Temuan utama selanjutnya adalah pencarian properti oleh konsumen semakin merata keluar Jakarta. Adanya kebijakan perusahaan untuk menerapkan bekerja dari rumah atau (work from home/WFH). Hal ini membuat banyak orang menjadi sadar bahwa bekerja tidak harus di kantor atau tidak harus lagi tinggal di kota besar yang hiruk pikuk.

Lebih dari separuh atau sekitar 55 persen responden mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek jika bisa terus menjalani sistem kerja WFH atau remote working. Angka ini merupakan kenaikan dari 53 persen responden pada semester sebelumnya.

Wilayah-wilayah yang akan dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 46 persen responden, Bali dinyatakan oleh 22 persen responden, Yogyakarta dinyatakan oleh 21 persen responden, Jawa Tengah dinyatakan oleh 16 persen responden.

Selain itu, pola pencarian properti di situs Rumah.com juga mulai menyebar keluar DKI Jakarta. Persentase pencarian properti di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Depok berkurang 3-5% dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pencarian di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor mengalami peningkatan 3-5% pada periode yang sama.

Perubahan tren ini mungkin terkait dengan situasi pandemi COVID-19 (WFH), selain karena pembangunan infrastruktur di wilayah penyokong Jakarta, serta penurunan dan stagnasi harga di kota/kabupaten tersebut.

Marine menambahkan bahwa konsumen Indonesia juga mulai menyadari akan pentingnya bermacam-macam fitur ramah lingkungan pada rumah atau apartemen incaran mereka. Rumah ramah lingkungan bukan lagi hanya sekadar wacana, namun dianggap bisa berdampak langsung terhadap penghematan dan kenyamanan.

"Sebanyak sembilan dari sepuluh responden Rumah.com Consumer Sentiment Survey H2 2021 merasa fitur-fitur ramah lingkungan pada rumah atau apartemen yang mereka akan beli sangat penting. Kesadaran akan sustainable living ini muncul setelah konsumen merasakan manfaat dari berbagai fitur ramah lingkungan yang ditawarkan pada hunian-hunian yang mengusung konsep tersebut," ungkap Marine.

Sebanyak 48 persen dari responden survei, berharap fitur ramah lingkungan dapat mengurangi penggunaan listrik dan 40% berharap rumah yang ramah lingkungan itu mudah dijangkau angkutan umum.

Marine menyimpulkan bahwa hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021 menunjukkan bahwa konsumen sudah kembali berminat untuk melakukan transaksi pembelian properti, apalagi hunian merupakan kebutuhan pokok.

Hanya saja ada beberapa pergeseran sentimen konsumen yang harus disikapi oleh pelaku industri baik para pengembang maupun kalangan perbankan. Masyarakat kini juga mempertimbangkan lebih sedikit faktor ketika mengambil pinjaman rumah namun faktor utama masih sama yaitu besaran angsuran, jangka waktu pinjaman dan tingkat suku bunga KPR.

Webinar ini juga diikuti perwakilan regulator keuangan yaitu Kurniawan Agung, Deputi Direktur, Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia yang menyampaikan tentang faktor-faktor dalam kebijakan, serta peningkatan penyaluaran kredit perbankan sepanjang tahun 2021 dan prediksi situasi properti yang akan semakin baik di 2022.

Hari Ganie, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia mewakili para pengembang properti memaparkan tentang tren hunian pasca pandemi yang disikapi oleh pihak developer.

Sementara perwakilan perbankan yaitu Hanafi, Pjs. Kepala Divisi NSLD Bank BTN menjelaskan berbagai tantangan, adaptasi, dan inovasi Bank BTN di tengah pandemi yang dapat memudahkan nasabah melakukan transaksi KPR secara digital.

Menurut Marine, diskusi yang melibatkan segenap pelaku industri harus terus dilakukan. Sektor properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar industri bisa lebih cepat mengalami pemulihan mengingat sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, dimana industri properti memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya dan 350 jenis industri terkait skala kecil, sekaligus juga menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja.

Rumah.com & REI Properti Expo yang digelar hingga tanggal 18 Oktober nanti adalah bentuk inovasi segenap stakeholder utama properti yaitu Rumah.com sebagai portal properti, Real Estate Indonesia (REI) yang mewakili developer, serta Bank BTN dalam pembiayaan hunian. Properti expo secara virtual ini memudahkan pencari rumah menemukan dan membiayai hunian melalui platform digital di alamat expo.rumah.com

Event ini diikuti lebih dari 40 pengembang di 16 kota ini menawarkan berbagai kemudahan seperti bunga mulai dari 4.75%, Flash Sale, dan Lucky Draw mingguan.

----- selesai -----

Tentang Rumah.com

Rumah.com adalah portal properti terdepan di Indonesia yang melayani lebih dari enam juta pencari rumah dan 600.000 listing properti aktif setiap bulannya. Rumah.com membantu pencari rumah untuk membuat keputusan terkait properti dengan percaya diri dengan menghadirkan beragam pilihan yang sesuai, insight yang mendalam, dan solusi berbasis teknologi. Rumah.com menjadi pemuka pemikiran terpercaya bagi industri di mana analisis properti triwulanan dan data sentimen konsumen yang dihadirkannya menjadi rujukan tetap bagi lembaga keuangan dan pemerintah. Rumah.com adalah bagian dari PropertyGuru Group, perusahaan teknologi properti terdepan di Asia Tenggara.

Tentang PropertyGuru Group

PropertyGuru Group adalah perusahaan teknologi properti terdepan di Asia Tenggara yang menjadi pilihan bagi 37 juta pencari properti untuk menemukan rumah idaman setiap bulannya. PropertyGuru bersama dengan perusahaan di dalam grupnya, memberikan pencari properti pilihan terbanyak yang terdiri dari 2,8 juta rumah, insight yang mendalam, dan solusi yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan terkait properti dengan percaya diri bagi pengguna di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.

Dalam waktu satu dekade, PropertyGuru Group telah tumbuh dari kekuatan besar dalam media properti di kawasan Asia Tenggara menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan yang pesat dengan portfolio antara lain: portal properti no. 1 di negara-negara utamanya, aplikasi mobile yang award-winning, platform penjualan untuk developer yang terbaik di kelasnya yaitu FastKey, serta menjadi penyelenggara berbagai event dan program seperti Awards, event-event, dan publikasi properti di Asia.

Untuk informasi lebih lengkap kunjungi:

www.Rumah.com;

https://www.linkedin.com/company/rumah-com

Untuk informasi media lebih lanjut bisa menghubungi:

mediaenquiry@rumah.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel