Segera ke Dokter Jika Ditemukan, Ini Beda Bercak Merah Kusta dengan Kurap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kecacatan akibat kusta bisa dicegah apabila deteksi dini bisa dilakukan sesegera mungkin dan mendapatkan pengobatan. Namun, gejala awal penyakit ini seringkali mirip dengan penyakit kulit lainnya seperti kurap.

Selain bercak-bercak putih yang mirip panu, gejala awal kusta juga bisa berupa bercak merah pada kulit yang mirip kurap.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Zunarsih, Sekretaris Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia, bercak merah pada kusta sesungguhnya bisa dibedakan dengan kurap.

"Kalau kurap itu biasanya timbulnya lebih akut," kata Zunarsih dalam temu media virtual Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu, ditulis Jumat (5/2/2021).

Zunarsih mengatakan, pada kurap, bercak merahnya akan menjadi lebih besar atau bertambah hanya dalam waktu beberapa pekan saja. Sementara pada kusta, bercaknya akan membesar atau menjadi lebih banyak dalam waktu yang lama.

Zunarsih mengatakan, pembeda yang paling penting adalah kurap seringkali disertai rasa gatal. Pada kusta, bercak merah umumnya tidak disertai keluhan seperti rasa gatal.

Gejala Awal Kusta

Stigma yang menempel pada penyakit kusta masih sangat kuat.
Stigma yang menempel pada penyakit kusta masih sangat kuat.

Secara umum tanda pertama dari kusta adalah munculnya bercak-bercak yang berwarna putih seperti panu atau merah seperti kurap, benjol-benjol seperti jerawat atau bisul, maupun lepuh.

"Cuma kata kuncinya adalah bercaknya tidak nyeri, bercaknya tidak gatal," ujar Zunarsih yang juga tergabung dalam Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia ini.

Zunarsih mengatakan, bercak-bercak tersebut seringkali tumbuh di tempat-tempat tersembunyi seperti punggung atau bokong dan tidak nyeri, tidak gatal, serta lambat dalam pertumbuhannya

Menurut Zunarsih, penting bagi masyarakat untuk bisa mengenali tanda-tanda awal kusta, sehingga bisa dengan sukarela datang ke layanan kesehatan.

Ia menyebut, seringkali penderita tidak dengan sukarela mendatangi pelayanan kesehatan saat mengalami kondisi tersebut.

"Jadi biasanya yang sudah datang yang bercaknya sudah sangat luas, sudah sangat mengganggu, yang tiba-tiba sudah nyeri, atau pasien tiba-tiba mengalami gejala reaksi seperti peradangan saraf yang menjurus kepada kecacatan," katanya.

Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari Covid-19

Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini