Segera ke RS, Dua Gejala Ini Pertanda Infeksi COVID-19 Makin Parah

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, menandakan parahnya infeksi. Jika tidak terdeteksi atau diketahui tepat pada waktunya dapat menyebabkan komplikasi parah bahkan kematian.

Oleh karena itu, terlepas itu jenis COVID-19 baru atau bukan, berikut beberapa gejala yang menandakan kamu perlu melakukan perawatan medis segera, dilansir Times of India, Senin 1 Februari 2021.

Faktanya, analisis gejala berdasarkan aplikasi studi gejala COVID-19 oleh King's College London, menemukan bahwa ada dua gejala spesifik yang harus diwaspadai, berikut di antaranya.

Demam lebih dari 5-6 hari

Meskipun demam sudah menjadi indikator lama dari infeksi virus termasuk COVID-19, tingkat keparahan dan durasi demam patut dikhawatirkan. Awalnya, demam ringan yang disertai menggigil dan nyeri tubuh dikaitkan dengan COVID-19.

Jika demam tidak mereda atau tidak turun setelah 5 hari, itu bisa menjadi indikator yang serius atau pertanda virus sangat menginfeksi jaringan sehat. Demam terus-menerus juga menjadi tanda umum pneumonia COVID-19, salah satu penyebab kematian paling umum pada pasien COVID-19.

Kehilangan nafsu makan, masalah pencernaan
Indikator mengejutkan lainnya yang membutuhkan perawatan intensif adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan dan mual. Semua tanda yang disebutkan adalah denominator klasik dari gangguan fungsi gastrointestinal. Gejala tersebut juga dianggap sebagai tanda penyebaran infeksi yang parah.

Makan lebih jarang atau tidak makan dengan baik selama periode infeksi tidak hanya akan menghambat pemulihan, tetapi juga memengaruhi metabolisme dan membuat berat badan turun. Metabolisme dan nutrisi yang terganggu juga dapat mempersulit tubuh untuk mendukung pertumbuhan, penyembuhan dan fungsi organ vital.

Oleh karena itu, jika kamu kehilangan nafsu makan atau sering bolak balik ke toilet lebih dari biasanya, segera hubungi dokter.

Ingat, entah itu jenis virus corona baru atau lama, penting untuk mencari bantuan dan perawatan tepat waktu untuk mencegah hal buruk. Penanganan medis pada waktu yang tepat dapat membantu mempercepat penyembuhan, menurunkan kemungkinan long COVID dan mengelola penyakit dengan lebih baik.

Orang di atas usia 50 tahun, mereka yang memiliki penyakit penyerta, dan memiliki kekebalan yang terganggu, harus menganggap dirinya berisiko lebih tinggi. Dalam banyak kasus, rawat inap mungkin disarankan meski dalam kasus yang paling ringan.

Selain itu, gejala seperti nyeri dada, sesak napas, sakit jantung, mengigau, dan penurunan kadar oksigen, juga menjadi beberapa tanda yang perlu dikhawatirkan.