Segera Tinggalkan Indonesia, Gelandang PSS Berharap Kepastian Shopee Liga 1 Tahun Depan

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Sleman - Gelandang jangkar PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro atau Batata, sangat merindukan sepak bola Indonesia. Sudah hampir delapan bulan sejak Maret, kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, Shopee Liga 1 2020, terhenti karena pandemi COVID-19.

Batata yang akhirnya pulang ke Brasil berharap segera ada kepastian lanjutan Liga tahun depan, sehingga dia bisa segera memastikan rencana.

Batata turut menanggapi tentang ketidakjelasan kompetisi Liga 1 musim ini. Meski sempat ada wacana bisa digulirkan, tetap belum mendapat lampu hijau dari pemerintah karena masih tingginya kasus COVID-19.

"Sangat sulit kondisinya, membingungkan. Di sisi lain semua tentang kesehatan dan harus mematuhi di tengah pandemi, tapi sebagai pemain, sepak bola adalah pekerjaan saya. Harapan saya ya tetap segera ada kepastian kompetisi," jelas mantan anggota Timnas Brasil U-17 tersebut.

Meski demikian, Batata berharap bisa kembali ke Indonesia. Ia sudah betah di PSS karena besarnya dukungan suporter PSS yang dikenal fanatik.

"Tapi belum tahu pasti, tergantung nanti bagaimana," katanya.

Diliburkan

Bagus Nirwanto dan kawan-kawan dalam sebuah sesi latihan PSS Sleman di lapangan Yogyakarta Internasional School (YIS). (Dok PSS Sleman)
Bagus Nirwanto dan kawan-kawan dalam sebuah sesi latihan PSS Sleman di lapangan Yogyakarta Internasional School (YIS). (Dok PSS Sleman)

PSSI telah mengeluarkan keputusan resmi, tentang masa depan Shopee Liga 1 2020 setelah beberapa kali mengalami penundaan. Dipastikan tidak akan ada kompetisi di seluruh kasta setidaknya hingga penghujung tahun ini.

Melalui rapat Exco PSSI yang digelar pada Rabu (28/10/2020), telah diputuskan untuk menunda seluruh kompetisi yakni Shopee Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 pada 2020 ini. Kemudian ditetapkan kompetisi bisa berlanjut pada awal 2021, sekitar Januari atau Februari.

Skuad PSS telah diliburkan sejak 25 Oktober, setelah lama melakoni program latihan rutin. Lantaran bergulirnya kompetisi yang masih abu-abu, membuat manajemen memberikan jatah libur untuk Yevhen Bokhasvili dan kawan-kawan.