Segini Total Kekayaan Para Miliarder Dunia Sepanjang 2020

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tahun 2020 merupakan tahun di mana banyak negara di dunia mengalami lockdown akibat pandemi Covid-19. Selain itu, di tahun ini pula terjadi pergolakan politik dan perolehan kekayaan yang luar biasa bagi orang-orang terkaya atau miliarder di dunia.

Forbes memperkirakan, lonjakan pasar saham mendorong 2.200 lebih miliarder dunia secara kolektif menjadi lebih kaya. Mereka memperoleh kekayaan hingga USD 1,9 triliun atau sekitar 297,7 kuadriliun (estimasi kurs 14.106) pada tahun ini.

Berdasarkan perhitungan Forbes menggunakan harga saham mulai 11 Desember 2020, miliarder dunia diperkirakan memiliki kekayaan USD 11,4 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan hingga 20 persen dari kekayaan koletif tahun lalu pada Desember 2019 yang mencapai USD 9,5 triliun.

Melansir Forbes, Senin (4/1/2021), tahun 2020 merupakan tahun yang gemilang dirasakan oleh kelompok miliarder Amerika. Secara keseluruhan, lebih dari 600 miliarder AS memiliki USD 4 triliun.

Mereka telah mendapat keuntungan sebesar USD 560 miliar sejak awal tahun. Keuntungan tersebut tentu juga diperoleh dari pasar saham yang dapat memecahkan rekor.

Di mana, indeks S&P 500 berada di level tertinggi sepanjang masa dan telah naik 13 persen di 2020 meskipun adanya Covid-19; Nasdaq pun naik 38 persen.

Di samping itu, tahun ini pula menjadi tahun keberuntungan Elon Musk. Kekayaannya telah tumbuh hingga USD 110 miliar sehingga di tahun ini berhasil mencapai USD 137 miliar. Perolehan kekayaan tersebut akhirnya dapat membuat Elon Musk menjadi orang terkaya ketiga di dunia.

Sumber kekayaan Elon Musk berasal dari saham Tesla Motors yang meroket pada tahun ini dan telah menggelembung sebesar 630 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh investor yang sangat bullish. Faktanya, produsen mobil listrik tersebut akan ditambahkan ke indeks S&P 500 pada 21 Desember.

Mengisi posisi di atas Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia, tahun ini pun menjadi tahun terbaik kedua kali untuk Jeff Bezos. Kekayaan Bezos berhasil mencapai USD 182 miliar. Telah meningkat hingga USD 67,5 miliar di tahun ini.

Kenaikan kekayaannya berasal dari saham Amazon serta pengecer online yang telah menghasilkan pendapatan karena banyaknya pembeli dari rumah.

Adapun miliarder China sebenarnya telah menjadi kelompok terkaya tahun ini dalam hal dolar. Hal tersebut sampai menjadi berita utama karena kekayaannya yang meningkat.

Walaupun China mengalami lockdown yang sangat ketat karena adanya wabah Covid-19, mereka lanngsung bangkit setelah itu.

Indeks CSI 300 yang melacak 300 perusahaan tekemuka China mengalami kenaikan hingga 19 persen di tahun ini. Alhasil membuat para miliarder China berhasil menambahkan kekayaan sebesar USD 750 miliar untuk total kekayaan bersih di tahun ini.

Secara keseluruhan, 400 miliarder China bernilai USD 2 triliun. Itu pun tidak termasuk 67 miliarder Hong Kong yang kekayaannya meningkat secara kolektif mencapai USD 60 miliar sehingga memperoleh total USD 380 miliar.

Kenaikan kekayaan miliarder China juga dibantu oleh IPO, seperti perusahaan air kemasan Nongfu Spring yang telah go public di Hong Kong pada bulan September.

Hal itu akhirnya bisa membuat kekayaan Zhong Shanshan mencapai USD 62,5 miliar. Kekayaannya telah meningkat sebesar USD 2 miliar di awal tahun.

Selain itu, kenaikan kekayaan miliar China juga dibantu oleh keuntungan Colin Zheng Huang yang merupakan ketua situs e-niaga Pinduoduo.

Kekayaannya naik hingga USD 32,4 miliar di tahun ini menjadi USD 52 miliar. Dia juga termasuk salah satu pendiri Alibaba Group Jack Ma yang kekayaannya telah naik hingga USD 18,9 miliar menjadi USD 61,7 miliar, terlepas dari pembatalan Pemerintah China pada November lalu.

Miliarder Lainnya

Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash
Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash

Sedangkan miliarder di Prancis telah berhasil mencatat kenaikan dolar terbesar ketiga di tahun ini. Sebanyak 40 orang tekaya di negara tersebut memiliki kekayaan hingga USD 500 miliar, setidaknya USD 95 miliar lebih banyak dari tahun lalu.

Peningkatan kekayaan tersebut ternyata berasal dari dua pemenang besar, yaitu dari Bernard Arnault dan L’Oreal Francoise Bettencourt Meyers.

Saham LVMH Arnault – yang memiliki merek seperti Louis Vuitto, Hennessy, Bulgari, dan Christian Dior – mengalami kenaikan sebesar 30 persen di tahun ini. Hal itu membuat Arnault menjadi orang terkaya kedua di dunia karena dia lebih kaya sebesar USD 35 miliar.

Di samping itu, L’Oreal pun mengalami peningkatan hingga 25 persen sehingga mendorong USD 14 miliar untuk kekayaan Bettercourt Meyers – yang dia warisi dari mendiang Ibunya Liliane Bettercourt, pendiri L’Oreal.

Selain miliarder yang mengalami peningkatan kekayaan, ternyata ada pula miliarder dunia yang mengalami penurunan kekayaan.

Di Brasil, indeks acuan Bovespa telah mengalami penurunan hingga 3 persen dari tahun lalu. Sebanyak 50 miliarder yang ada di negara tersebut justru lebih miskin, totalnya USD 13 miliar. Hal itu disebabkan karena melemahnya mata uang Brasil, riil, terhadap dolar AS.

Sedangkan di Thailand, indeks SET turun sekitar 7 persen. Membuat 30 miliarder negara tersebut secara agregat lebih miskin USD 6 miliar.

Di samping naik turunnya kekayaan miliarder, banyak pula miliarder yang bermunculan di tahun yang penuh gejolak dan pandemi yang sedah meawabah ini.

Muncul beberapa nama, seperti Jared Isaacman dengan jet tempurnya, mogul Hollywood Tyler Perry, tiga pendiri layanan pengiriman DoorDash, dan Stephane Bancel seorang CEO perusahaan biotek Moderna yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Saksikan Video Ini