Sehari, 54 Jenazah COVID-19 Dimakamkan di Kota Malang

·Bacaan 1 menit

VIVA - Kepala UPT Pengelola Pemakaman Umum DLH Kota Malang, Taqruni Akbar, mengungkapkan dalam satu hari mereka memakamkan 54 jenazah COVID-19 mulai Rabu, 7 Juli hingga Kamis, 8 Juli 2021. Sebanyak 48 jenazah dimakamkan di Kota Malang, dan 6 jenazah di luar wilayah.

"Dari 48 jenazah. Kita makamkan 29 jenazah kemarin. Sisa 19 jenazah dimakamkan hari ini," kata Taqruni, Kamis, 8 Juli 2021.

Penyebaran COVID-19 di Kota Malang makin tidak terkendali. Daerah ini kini berstatus zona merah.

Sebagai antisipasi, mereka berencana menambah jumlah personel pemakaman. Agar tidak membludak jumlah jenazah COVID-19 yang akan dimakamkan.

"Tadi sudah dibahas untuk petugas pemulasaran yang terlambat kan di pemulasarannya. Rumah sakit sudah banyak yang gak mampu menyelesaikan itu, akhirnya ada pemikiran itu (tambah petugas pemulasaran)," ujar Taqruni.

Baca juga: Satu Keluarga Meninggal Akibat COVID-19 di Bekasi

Taqruni berharap ada tambahan personel untuk mengurangi beban kerja mereka. Menurutnya, dengan jumlah personel yang sedikit dan jumlah daftar pemakaman yang terus mengantre. Tidak mungkin mereka memaksakan untuk mengambil waktu libur.

Bagaimana pun kondisinya mereka tetap bekerja demi memulasarakan jenazah COVID-19 agar tidak sampai membludak tak tertangani. Sebaliknya mereka meminta masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan pencegahan COVID-19 agar angka kasusnya tidak terus naik.

"Karena kondisional, kalau sekarang dua regu saja sudah gak mampu. Dua grup sudah kurang, minimal itu 3 grup. Harusnya 8 orang per regu. Tantangannya karena harus kerja ekstra keras, harus maksimalkan SDM yang ada. Walaupun sangat melelahkan dan capek, harus kita jalani, karena gak mungkin kita liburkan pemakaman. Jadi harus tetap jalan kondisi bagaimanapun," tutur Taqruni.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel