Sehari Bersama Ahok 5: Kompak dengan Keluarga

TEMPO.CO, Jakarta--Koran Tempo Ahad, 24 November 2012 memotret kegiatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seharian. Pada pukul 20.00 Ahok baru menyelesaikan kegiatan kantornya.

Setelah menerima wartawan di ruangannya, Ahok bersiap menghadiri acara di rumah adiknya, Fifi Lety Tjahaja Purnama, yang berprofesi sebagai pengacara, di Bendungan Hilir. Ia dan keluarganya amat dekat satu sama lain. Mereka memiliki grup pesan BlackBerry khusus keluarga. Di dalamnya ada keluarga besar adik-adiknya, di antaranya Basuri Tjahaja Purnama, Bupati Belitung Timur. "Mama juga ikut grup, disuruh belajar," kata Ahok tertawa.

Ahok tidak pernah lupa akan kehidupan masa kecilnya di Desa Gantung, sebuah desa yang diangkat di dalam novel Laskar Pelangi. Di desa itu Ahok kecil pandai berburu dan memancing. Adiknya, Basuri, sempat sekelas dengan penulis Laskar Pelangi, Andrea Hirata, di SMP Negeri 1 Gantung.

Sejak sekolah dasar, Ahok sudah mencoba rokok. Rokok itu milik almarhum ayahnya, Indra Tjahaja Purnama, yang ia curi. Suatu kali, api puntung rokoknya secara tidak sengaja membakar kasur tidurnya. Ayahnya menjewer kupingnya. Ibunya mencubitnya berkali-kali. Sejak itu ia kapok merokok, meski saat SMP tetap bandel dengan mencoba minum bir.

Ahok sempat masuk Fakultas Kedokteran di Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Tapi, dia tidak betah karena merasa takut jika nantinya menjadi dokter guntingnya ketinggalan di perut pasien. Hanya seminggu kuliah, ia pindah mengambil jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti. Atas keputusannya itu ia pun dimaki-maki sang ayah. Ayahnya bilang bahwa di kampung itu dokter dipanggil pak dokter, tidak ada pak insinyur.

Saat kuliah, Ahok memelihara rambut yang panjangnya mencapai bahu. Dandanan itu terinspirasi film Ali Topan Anak Jalanan yang populer di akhir 1970-an. Bahkan, Ahok sampai mengikuti gaya tokoh Ali dengan mengendarai Toyota Hardtop saat kuliah. Menurutnya, pengaruh film karya sutradara Teguh Esha itu cukup besar di dalam hidupnya. Karakter keduanya memang cocok: memberontak, tidak suka yang resmi, dan bicara apa adanya.

Tapi, akhirnya, Ahok tak jadi bergulat di dunia geologi, apalagi kedokteran seperti yang diinginkan ayahnya. Ia malah mencorong di dunia politik dan birokrasi. Tapi, ia mengaku tak bermimpi muluk. »Saya cuma ingin menjalani hidup hari per hari dan masuk surga ketika ajal menjemput nanti.”

SUTJI DECILYA, HERU TRIYONO

Baca juga:

Video Jokowi Ahok Ditonton 5 Juta Orang

Unggah Rapat ke YouTube, Ahok Bantah Narsis

Ahok Dipuji Karena Izinkan Unggah Video Rapat ke You Tube

Video Rapat Diunggah, PU Tak Masalah Dimarahi Ahok

Video Rapat Basuki ''Ahok'' Ternyata Bikin Gerah

Apa Kata Jokowi Soal Video Rapat Ahok di YouTube?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.